Turki Ajukan Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Lokal Turkovac Guna Percepat Vaksinasi
Dunia
Vaksin COVID-19

Sepanjang tahun 2021, Turki diketahui mengembangkan vaksin COVID-19 lokal yakni Turkovac. Kini, Turki telah mengajukan izin penggunaan darurat atas vaksin Turkovac.

WowKeren - Vaksin COVID-19 saat ini menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap negara di dunia dalam menghadapi pandemi. Kini masing-masing negara berupaya keras untuk bisa memenuhi kebutuhan dan pasokan vaksin COVID-19 bagi seluruh masyarakatnya.

Turki diketahui telah mengembangkan vaksin COVID-19 lokal yakni Turkovac. Kini, Turki telah mengajukan izin penggunaan darurat atas vaksin Turkovac demi untuk bisa melaksanakan percepatan vaksinasi COVID-19.

Pada Kamis (25/11), Menteri Kesehatan (Menkes) Turki, Fahrettin Koca mengatakan bahwa ia berharap agar bisa mendapatkan izin penggunaan darurat atas vaksin Turkovac, sehingga bisa mulai disuntikkan kepada masyarakat pada akhir tahun 2021 nanti. Dalam pembicaraan debat anggaran kementeriannya di parlemen, Koca mengatakan bahwa vaskin Turkovac sudah hampir selesai.

Koca menambahkan bahwa vaksin Turkovac menandai proyek penelitian klinis tahap II pertama yang sepenuhnya dilakukan oleh Turki. "Saya ingin berbagi kabar baik untuk orang-orang kami, vaksin COVID-19 donmestik kami yang tidak aktif, Turkovac, telah mengajukan izin darurat mulai hari ini," tutur Koca.


Sementara itu, kementeriannya mengatakan bahwa vaksin Turkovac itu telah diterapkan ke Badan Obat dan Alat Kesehatan resmi Turki (TITCK). Sebagai informasi, Turki telah mengembangkan vaksin COVID-19 lokal itu sejak tahun 2021, tetapi peluncurannya sempat mengalami penundaan.

Di sisi lain, Presiden Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Turki akan membuat tembakan vaksin COVID-19 tersedia secara global. Sejauh ini, Turki diketahui telah menyuntikkan vaksin COVID-19 hampir 120 juta dosis. Di samping itu, Turki juga telah memulai memberikan suntikan dosis ketiga atau booster.

Adapun vaksin COVID-19 yang telah digunakan sejauh ini adalah vaksin Sinovac asal Tiongkok, dan Pfizer/BioNtech dengan lebih dari 50 juta dosis masyarakat Turki di antaranya telah mendapatkan dosis kedua. Sedangkan untuk kasus COVID-19 di Turki sendiri telah berada di angka sekitar 30 ribu kasus sejak pertengahan September.

Sementara untuk angka kematian akibat COVID-19 di Turki mencapai angka 290 pada September lalu, yang merupakan puncak kasus kematian harian. Maka dari itu, pemerintah mengimbau agar seluruh penduduk bisa segera divaksinasi COVID-19, agar terhindar dari potensi kematian.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts