Disebut Jadi Negara Pertama di Asia Buka Kedatangan Asing, Pariwisata Thailand Berangsur Pulih
Dunia
Efek Corona untuk Pariwisata

Thailand disebut sebagai salah satu negara pertama di Asia yang membuka pintu kedatangan asing. Dengan begitu, sektor pariwisata berangsur-angsur menunjukkan perbaikan.

WowKeren - Selama pandemi COVID-19 berlangsung di negara-negara dunia. Banyak negara yang akhirnya memutuskan untuk menutup kedatangan asing atau pelaku perjalanan internasional.

Akibatnya, tempat-tempat wisata yang biasanya dikunjungi oleh turis asing juga ditutup untuk mencegah penyebaran COVID-19. Sementara saat ini, sejumlah negara di dunia berangsur-angsur mulai kembali membuka kedatangan asing dan pariwisata bagi wisatawan mancanegara, seperti yang dilakukan Thailand.

Thailand, disebut menjadi salah satu negara pertama di Asia yang kembali membuka perjalanan bagi kedatangan asing. Meski pemulihannya sempat mengalami kelambatan, namun kini sektor pariwisata di Thailand berangsur-angsur pulih dan terbilang sangat cepat.

Sebelumnya, dalam 10 bulan pertama tahun 2021, Thailand melihat ada 106.117 wisatawan asing yang berkunjung ke negaranya. Dibandingkan dengan jumlah wisatawan asing pada tahun sebelum pandemi COVID-19, turun drastis yakni dari 6,7 juta turis asing pada tahun 2020 lalu.


Bahkan jauh sebelum pandemi COVID-19, Thailand bisa mendapatkan sekitar 40 juta wisatawan asing dalam satu tahun. Meski demikian, dengan keadaan COVID-19 yang berangsur membaik, dan kembali dibukanya perjalanan internasional, diharapkan sektor pariwisata bisa segera pulih seperti sedia kala.

Melansir Al Jazeera, Perusahaan Perhotelan seperti Asset World Corporation Pcl, yang membuka properti ke 19 pada bulan November, melihat sebagian besar pemesanannya berasal dari negara-negara Barat dan Timur Tengah. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Wallapa Traisorat kepada Reuters.

"Sekitar 70 persen dari total pemesanan datang dari Eropa, termasuk Jerman, Inggris, negara-negara Skandinavia, diikuti oleh Amerika Serikat (AS), Timur Tengah, dan Asia," terang Traisorat. "Untuk November, kami akan melihat hunian 30 persen, dan pada kuartal keempat kami berharap untuk melihat momentum yang lebih baik dari pembukaan kembali."

Salah satu tujuan paling populer di Thailand sangat bergantung pada sektor pariwisata. Sementara itu, Centara Hotels and Resorts bergerak maju dengan rencana untuk membuka hotel senilai 1,1 miliar Baht atau setara Rp470,6 miliar di Pulau Samui pada Desember.

Sementara itu, Thailand sendiri mengharapkan bisa mendapatkan sekitar 200 ribu turis asing di tahun 2021, dan menargetkan 5 juta turis di tahun 2022 mendatang. Meski kedatangan asing telah dibuka kembali, namun beberapa bisnis masih merasa kesulitan dengan aturan COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts