Ditunjuk Jadi Ketua Pelaksana Formula E, Wakil Ketua Komisi III DPR Janji Libatkan KPK
Nasional
Kontroversi Formula E

Seperti yang diketahui, ajang Formula E saat ini tengah diselidiki oleh KPK atas dugaan adanya tindak korupsi. Di sisi lain, Gubernur DKI Anies menunjuk Wakil Komisi III DPR sebagai ketua pelaksana Formula E.

WowKeren - Pelaksanaan ajang balap mobil listrik Formula E belakangan ini ramai disorot publik. Hal ini lantaran sebelumnya, turut menyeret nama Presiden Joko Widodo yang disebut bakal menentukan venue pelaksanaan Formula E.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya telah menunjuk Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana balap mobil listrik Formula E. Setelah ditunjuk oleh Anies, Sahroni memastikan bahwa dalam pelaksanaan Formula E, pihaknya akan diselenggarakan setransparan mungkin, bahkan juga bakal melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pengawasan.

Mengenai turut melibatkan KPK dalam pelaksanaan Formula E yang disampaikan Sahroni itu merujuk pada berbagai isu dugaan korupsi seputar ajang balap mobil listrik ini. Ia lantas menegaskan bahwa pihaknya terbuka dengan penyelidikan yang tengah dilakukan saat ini.

"Saya akan meminta KPK untuk ikut serta untuk mengawasi dari awal sampai akhir," tutur Sahroni dalam keterangan tertulis, Jumat (26/11). "Masyarakat juga silakan awasi dan bantu support dengan kritik membangun, In Syaa Allah, semua lancar."


Kendati demikian, Sahroni berharap agar seluruh pihak tidak menggunakan sentimen politik dalam memandang balap Formula E. Selain itu, ia menegaskan bahwa penyelenggaraan Formula itu sebagai kampanye untuk menunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia dengan Ibu Kotanya, DKI Jakarta, telah siap sejajar dengan kota-kota besar di negara lain.

Selanjutnya, Sahroni juga menilai bahwa balap mobil listrik Formula E bisa menjadi momentum kebangkitan ekonomi Indonesia dari berbagai skala, baik mikro maupun makro. Seperti yang diketahui, selama pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia, sektor perekonomian mengalami penurunan.

"Ini adalah momentum untuk kebangkitan politik, sekaligus makin memperkenalkan mobil listrik dan industri baterai dalam negeri kepada masyarakat," tandas Sahroni. "Sehingga saya mohon, mari kita kesampingkan prasangka dan kepentingan politik, kita kerja bersama deni suksesnya event ini."

Sebelumnya, KPK sempat diminta untuk menyetop penyelidikan Formula E. Akan tetapi, lembaga antirasuah itu menegaskan akan tetap mengusut dan melakukan penyelidikan dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Formula E.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts