Keputusan Venue Formula E Disebut Ada Di Tangan Jokowi, Ketua DPRD DKI Minta Tak Bawa Nama Presiden
Nasional
Kontroversi Formula E

Sebelumnya, Presiden Jokowi disebut yang akan memutuskan venue penyelenggaraan Formula E di Ibu Kota, DKI Jakarta. Hal ini lantas mendapat tanggapan dari Ketua DPRD DKI Jakarta.

WowKeren - Sebelumnya, Chief Championship Officer sekaligus Co-Founder Formula E, Alberto Longo mengatakan bahwa pihak yang akan menentukan venue penyelenggaraan ajang mobil balap listrik itu di DKI Jakarta adalah Presiden Joko Widodo. Bahkan menurutnya, Jokowi akan mengumumkannya sebelum perayaan Hari Natal.

Mengetahui hal tersebut, Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi menyebut bahwa sejumlah pihak telah mendompleng nama Jokowi untuk melancarkan penyelenggaraan Formula E di Ibu Kota. Ia menuturkan bahwa upaya tersebut tidak bisa dibenarkan, apalagi saat ini, pelaksanaan Formula E di Jakarta telah menjadi kasus yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Maka dari itu, Pras, sapaan akrab dari Ketua DPRD DKI itu menekankan agar pihak penyelenggara Formula E tidak membawa-bawa nama Jokowi. "Makin ngawur ini, saya minta tidak perlu membawa-bawa nama Presiden," tutur Pras dalam keterangan tertulis, Kamis (25/11).


Lebih lanjut, Pras juga menegaskan bahwa ia tetap mendukung KPK untuk melakukan penyelidikan terhadap penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta. Ia meyakini bahwa KPK pasti sudah memiliki bukti permulaan yang kuat sehingga laporan terkait Formula E akan segera diproses.

"Karena sudah ratusan miliar uang rakyat yang sudah disetorkan ini," papar Pras. "Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun menyatakan itu menjadi temuan, jadi saya kira harus objektif lah dalam persoalan ini."

Sementara itu, mengenai upaya lembaga penegak hukum, kata Pras, telah sejalan dengan maksud dari usulan hak interpelasi yang diajukan oleh 33 anggota DPRD DKI Jakarta sebelumnya. Ia menekankan bahwa proses penyelidikan yang masih terus didalami oleh KPK itu menguatkan bahwa hak interpelasi yang diusulkan itu untuk kepentingan publik, bukan kepentingan politik.

Selain mengatkan bahwa keputusan venue Formula E ada di tangan Jokowi, Alberto Longo juga menyebut ada lima lokasi berbeda, di luar area terlarang (Monas dan Gelora Bung Karno). Di antara lima lokasi ini yang nantinya akan menjadi venue penyelenggaraan Formula E.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts