Presiden Tsai Ing-wen Sebut Taiwan dan Eropa Harus Bersama-sama Bela Demokrasi
Instagram/tsai_ingwen
Dunia

Seperti yang diketahui, hingga saat ini, Tiongkok masih terus berusaha untuk bisa 'merebut' Taiwan. Di sisi lain, Taiwan juga terus berjuang untuk mempertahankan negaranya.

WowKeren - Pada Senin (29/11), Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan kepada anggota parlemen yang berkunjung dari negara-negara Baltik, Lithuania, Latvia, dan Estonia. Tsai mengatakan bahwa Taiwan dan Eropa harus bekerja sama untuk membela demokrasi dan melawan otoritarianisme dan disinformasi.

Tsai menerangkan bahwa Lithuania telah menghadapi tekanan berkelanjutan dari Tiongkok, yang mengklaim bahwa Taiwan sebagai wilayahnya sendiri. Hal ini sudah terjadi sejak mengizinkan pembukaan kedutaan besar Taiwan secara de facto di Ibu Kotanya.

Sementara itu, Beijing disebut telah meningkatkan tekanan militer dan diplomatik di Taipei untuk menerima klaim kedaulatan Tiongkok dan membatasi partisipasi internasionalnya. Meski demikian, Tsai mengatakan bahwa Taiwan tidak akan tunduk pada ancaman dan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasinya.

Lebih lanjut, Tsai mengatakan kepada anggota parlemen di Kantor Kepresidenan bahwa Taiwan dan negara-negara Balitik yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet berbagi pengalaman serupa dalam membebaskan diri dari pemerintahan otoriter dan berjuang untuk kebebasan. Ia lantas menegaskan bahwa untuk mencapai demokrasi, bukan lah hal yang mudah bagi Taiwan.


"Ini adalah sesuatu yang paling kita semua pahami secara mendalam," jelas Tsai. "Sekarang dunia menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh perluasan otoritarianisme dan ancaman disinformasi. Taiwan lebih dari bersedia untuk berbagi pengalamannya dalam memerangi disinformasi dengan teman-teman Eropanya."

Tsai menerangkan bahwa semuanya harus menjaga nilai-nilai bersama untuk memastikan cara hidup yang bebas dan demokratis. Sementara itu, Matas Maldeikis selaku pemimpin Kelompok Persahabatan Taiwan parlemen Lithuania mengatakan kepada Tsai sebagai tanggapan bahwa kelompok mereka berada di Taipei untuk mengekspresikan solidaritas.

"Kebijakan pemerintah Lithuania terhadap Taiwan mendapat dukungan luas di masyarakat kita," ujar Maldeikis. "Melestarikan kebebasan dan tatanan internasional berbasis aturan adalah kepentingan vital bagi Taiwan dan Lithuania."

Kemudian Maldeikis menambahkan bahwa ada banyak peluang untuk kerja sama ekonomi dan budaya yang perjalanannya "dikutuk" oleh Tiongkok. Di sisi lain, juga tidak ada negara anggota Uni Eropa yang memiliki hubungan resmi dengan Taiwan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts