Ada Nike Hingga Adidas, Studi Ungkap Kaitan Deforestasi Hutan Amazon dengan Merek Fashion Ternama
AFP/Carl de Souza
Dunia

Proyeksi juga menunjukkan bahwa industri fashion harus menyembelih sekitar 430 juta ekor sapi setiap tahunnya untuk tetap bisa memasok konsumen dengan dompet, tas tangan dan sepatu.

WowKeren - Studi terbaru yang dilakukan oleh Stand.earth, sebuah perusahaan riset rantai pasokan, mengungkap adanya keterkaitan antara deforestasi hutan Amazon dengan sejumlah merek fashion ternama. Sejumlah merek mode dinilai berkontribusi terhadap fenomena deforestasi hutan.

Hal itu disebabkan karena aktivitas yang mereka lakukan termasuk penyamakan kulit dan perusahaan lain yang terlibat dalam produksi kulit dan barang-barang yang terbuat dari kulit. Laporan tersebut dirilis pada Senin (29/11) dan menganalisa hampir 500.000 baris data bea cukai.

Laporan itu menemukan banyak merek yang selama ini sangat dikenal luas, memiliki banyak koneksi ke industri yang menopang deforestasi Amazon. Adapun sejumlah merek yang dimaksud yakni Coach, LVMH, Prada, H&M, Zara, Adidas, Nike, New Balance, Teva, UGG, dan Fendi.


Lebih dari 50 merek memiliki beberapa tautan rantai pasokan ke eksportir kulit terbesar Brasil, JBS. JBS, yang diketahui telah terlibat dalam deforestasi Amazon, baru-baru ini membuat komitmen untuk mencapai nol deforestasi di seluruh rantai pasokan globalnya pada tahun 2035. Yang mana menurut para aktivis lingkungan komitmen itu tidak cukup.

Sontak saja temuan ini mengejutkan. Pasalnya, sejumlah merek yang disurvei baru-baru ini justru mengumumkan kebijakan untuk melepaskan diri dari para pelaku di sepanjang rantai pasokan yang berkontribusi terhadap deforestasi. Greg Higgs, salah satu peneliti yang terlibat dalam laporan tersebut, mengatakan jika deforestasi makin meningkat.

"Sepertiga dari perusahaan yang disurvei memiliki semacam kebijakan, (yang Anda harapkan) akan berdampak pada deforestasi," kata Greg Higgs melansir The Guardian. "Laju deforestasi meningkat, sehingga kebijakan tidak memiliki efek material."

Penelitian itu juga mengungkap bahwa industri ternak adalah pendorong tunggal terbesar deforestasi hutan hujan Amazon. Sementara itu, industri fashion merupakan roda penggerak penting dalam mesin ekspor kulit. Proyeksi juga menunjukkan bahwa industri fashion harus menyembelih sekitar 430 juta ekor sapi setiap tahunnya pada tahun 2025 nanti demi tetap bisa memasok konsumen dengan produk seperti dompet, tas tangan, dan sepatu.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts