CEO Twitter Jack Dorsey Resign, Digantikan oleh CTO Parag Agrawal
AP/Michael Reynolds
Dunia

Jack Dorsey tidak memberikan alasan khusus mengapa ia mengundurkan diri. Chief Technology Officer Twitter saat ini, Parag Agrawal, akan menggantikan Dorsey.

WowKeren - Jack Dorsey telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Twitter pada Senin (29/11). Langkah ini adalah yang kedua kalinya dalam sejarah perjalanan kariernya.

Dorsey yang merupakan salah satu pendiri perusahaan, tidak memberikan alasan khusus mengapa ia mengundurkan diri. Chief Technology Officer Twitter saat ini, Parag Agrawal, akan menggantikan Dorsey.

Pilihan tersebut tampaknya disambut baik oleh para analis Wall Street, yang melihatnya sebagai pilihan yang aman yang akan mengantar perusahaan ke apa yang secara luas dilihat sebagai era internet berikutnya, metaverse.

Dorsey sendiri telah berkecimpung di Twitter selama 16 tahun dalam berbagai peran. Ia adalah CEO pertama Twitter pada tahun 2007 sampai dia dipaksa keluar pada tahun berikutnya, kemudian kembali ke jabatan itu pada tahun 2015.


Dia dikenal karena sikapnya yang santai. Dia meninggalkan Twitter di persimpangan jalan. Layanan ini mengubah politik, jurnalisme, dan budaya Amerika.

"Tetapi ternyata juga memiliki sisi gelap dan telah dieksploitasi selama bertahun-tahun oleh orang-orang yang ingin melecehkan orang lain," kata Paul Barrett, wakil direktur di Pusat Bisnis dan Hak Asasi Manusia Universitas New York. "Dan menyebarkan kebohongan tentang individu lain, tentang kelompok individu, tentang keadaan demokrasi."

Melalui sebuah surat yang diposting di akun Twitter, Dorsey mengungkap apa yang dirasakannya ketika memutuskan mundur sebagai CEO. Ia sangat sedih, namun sekaligus juga sangat senang.

Dia akan tetap berada di dewan hingga masa jabatannya berakhir pada 2022. Sedangkan Agrawal, ia bergabung dengan Twitter pada 2011 dan telah menjadi CTO sejak 2017. Dorsey menyatakan keyakinannya pada Agrawal dan Ketua dewan baru Bret Taylor, yang merupakan presiden dan chief operating officer dari perusahaan perangkat lunak bisnis Salesforce.

Secara publik, Dorsey telah mengisyaratkan bahwa dia memahami kebutuhan Twitter untuk berubah. Barrett menilai perusahaan mengadopsi standar moderasi konten yang lebih ketat dan perubahan lainnya. "Dan itu semua bagus, tapi itu tidak sempurna, dan tidak ada yang mendekati sempurna," ujarnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts