Aung San Suu Kyi Bakal Hadapi Sidang Putusan, Pengadilan Junta Disebut Bisa Beratkan Hukuman
AFP/JIJI
Dunia

Pemimpin Myanmar terpilih Aung San Suu Kyi akan menghadapi sidang putusan bersama junta militer. Dalam sidang tersebut, disebut junta bisa menjatuhkan hukuman yang jauh lebih lama.

WowKeren - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang sebelumnya telah digulingkan secara paksa atau dikudeta oleh junta militer akan menghadapi putusan sidang. Adapun keputusan pertama dari banyak kasus pengadilan junta disebut bisa membuatnya mendapat hukuman penjara selama beberapa dekade.

Seperti yang diketahui, Aung San Suu Kyi telah ditahan sejak para jenderal menggulingkan pemerintahannya pada awal Februari lalu. Dengan kudeta ini, berakhir juga masa demokrasi di Myanmar.

Tidak hanya itu, selama kudeta berlangsung, diketahui, sudah ada lebih dari seribu orang telah tewas. Kemudian, lebih dari 10 ribu orang yang menggelar aksi protes atas kudeta telah ditangkap junta militer. Hal ini berdasarkan dari catatan kelompok pemantau lokal.

Kemungkinan besar, Suu Kyi akan menghadapi 3 tahun penjara, apabila terbukti bersalah atas tuntutan terhadap militer. Meski begitu, analis mengatakan bahwa Suu Kyi tidak mungkin akan dibawa ke penjara pada saat itu juga.


Menurut analis tersebut, justru sebaliknya. Pengadilan disebut dapat menunda putusannya atau mengubah hukuman penjara menjadi tahanan rumah untuk menjaga agar pemimpin populer tidak terlihat saat junta bekerja untuk mengkonsolidasikan aturannya.

Selain itu, wartawan juga dilarang untuk mengikuti persidangan di pengadilan khusus di Ibu Kota yang dibangun oleh militer, Naypyidaw. Kemudian, pengacara Suu Kyi pun baru-baru ini dilarang berbicara kepada media.

Sementara untuk ruang sidang disebut akan tetap tertutup bagi wartawan dalam sidang putusan Suu Kyi. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Junta Zaw Min Tun baru-baru ini kepada AFP.

"Beberapa hari setelah kudeta, Suu Kyi dikenai tuduhan tidak jelas karena memiliki walkie-talkie tanpa izin, dan karena melanggar pembatasan virus COVID-19 selama pemilihan Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dimenangkannya pada tahun 2020," papar Zaw Min Tun.

Sejak saat itu, junta militer Myanmar semakin memberi dan menambahkan banyak dakwaan lainnya, termasuk di antaranya adalah melanggar Undang-Undang rahasia resmi, korupsi, hingga kecurangan dalam Pemilu. Kini, Suu Kyi kerap kali mondar-mandir ke ruang sidang junta bersama tim hukumnya. Pada bulan lalu, terlalu banyak ke ruang sidang, berdampak pada kesehatannya.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait