PM Wanita Pertama Swedia Kembali Terpilih Usai Sempat Resign
TT News Agency/AFP/Jessica Gowt
Dunia

Sebelumnya, Magdalena Andersson sempat mengundurkan diri dari kursi perdana menteri Swedia usai menjabat posisi tersebut kurang dari 12 jam karena koalisinya runtuh.

WowKeren - Magdalena Andersson kembali terpilih kembali menjadi Perdana Menteri wanita pertama Swedia usai sempat mengundurkan diri alias resign pekan lalu. Andersson sempat resign dari posisi Perdana Menteri usai koalisinya runtuh.

Pada Senin (29/11), Andersson kembali terpilih dengan selisih tipis. Dia akan memimpin pemerintahan satu partai sampai pemilihan diadakan pada bulan September tahun depan.

Diketahui, Andersson yang merupakan pemimpin Partai Sosial Demokrat tersebut adalah perdana menteri wanita pertama Swedia. Dia dipilih oleh 101 anggota dari 349 anggota Riksdag.

Ada 75 suara abstain dan 173 suara menentangnya. Andersson berhasil menang karena di bawah Konstitusi Swedia, perdana menteri dapat ditunjuk dan memerintah selama mayoritas parlemen - minimal 175 anggota parlemen - tidak menentang mereka. Adapun Partai Sosial Demokrat memegang 100 dari 349 kursi.

Sebelumnya, Andersson sempat mengundurkan diri dari kursi perdana menteri usai menjabat posisi tersebut kurang dari 12 jam. Andersson resign usai Partai Hijau keluar dari koalisi dua partai mereka dan memicu ketidakpastian politik.


Adapun Partai Hijau mundur dari koalisi tersebut usai parlemen menolak RUU anggaran mereka. Namun Partai Hijau menyatakan akan mendukung Andersson dalam setiap pemungutan suara konfirmasi baru di parlemen.

Andersson sendiri sempat menyatakan bahwa pemerintah koalisi harus mengundurkan diri jika sebuah partai memilih untuk meninggalkan pemerintah. "Terlepas dari kenyataan bahwa situasi parlemen tidak berubah, itu perlu dicoba lagi," tutur Andersson beberapa waktu lalu.

Adapun penunjukkan Andersson sebagai PM Swedia telah menandai tonggak sejarah bagi negara tersebut. Swedia dipandang sebagai salah satu negara paling progresif terkait hubungan gender di Eropa, namun belum pernah memiliki wanita yang mengisi posisi politik teratas.

Di sisi lain, Andersson sendiri dikenal sebagai sosok yang lugas dan blak-blakan. Saluran publik Swedia, SVT, baru-baru bahkan menggambarkan sosok Andersson sebagai "buldoser".

Anders Lindberg selaku editor politik di harian Aftonbladet mengungkapkan bahwa beberapa orang bahkan takut kepada Andersson. Lindberg juga membandingkan Andersson dengan sosok Kanselir Jerman Angela Merkel.

"Orang-orang bahkan mengatakan mereka takut padanya, yang sebenarnya agak lucu. Para ilmuwan politik elit atau profesor ekonomi ini mengatakan bahwa mereka takut padanya," tutur Lindberg. "Dia memiliki sedikit cara berdebat Angela Merkel. Tidak sepenuhnya jelas apa yang ingin dia katakan sepanjang waktu, tetapi (Andersson) akhirnya memenangkan argumen karena tidak ada orang lain yang benar-benar dapat menjawab karena dia menguasai semua detail."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts