Wanita Ini Mengaku Didatangi Polisi Usai Serukan Agar Perdana Menteri Thailand Pensiun Cepat
Instagram/prayutofficial
Dunia

Wanita yang merupakan penjual mi berusia 28 tahun itu menjadi berita utama ketika dia mengajukan pertanyaan tajam kepada perdana menteri saat di distrik Ban Dung.

WowKeren - Polisi Thailand dilaporkan telah memanggil seorang wanita yang meminta Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha untuk segera pensiun. Seruan itu dilayangkan ketika sang PM melakukan perjalanannya ke Udon Thani pekan ini.

Menurut wanita itu, polisi Ban Dung datang ke rumahnya, meminta untuk bertemu dengannya sehingga mereka dapat mencatatnya. Namun, wanita itu menolak untuk bertemu dengan mereka, dengan bersikeras bahwa dia tidak melakukan kesalahan.

Wanita yang merupakan penjual mi berusia 28 tahun itu menjadi berita utama ketika dia mengajukan pertanyaan tajam kepada perdana menteri saat dia disambut hangat oleh sekelompok orang di distrik Ban Dung di provinsi yang ada di wilayah timur laut itu pada hari Rabu pekan lalu. Momen ini pun diabadikan dalam sebuah video.

Saat Jenderal Prayut menyapa para pendukungnya, wanita itu mengajukan pertanyaan. Wanita itu menuntut bahwa rakyat memerlukan lebih banyak pengembangan. Sehingga menurutnya, jika PM tidak dapat melakukannya maka sebaiknya mundur saja.


"Kami membutuhkan banyak pengembangan," ujar wanita tersebut, "Jika Anda tidak dapat melakukan itu, saya ingin meminta Anda untuk pensiun dengan cepat agar orang lain dapat melakukan tugas tersebut."

PM pun kembali bertanya dan wanita itu mengulangi komentarnya. "Periksa apa yang telah saya lakukan dan seberapa banyak kemajuan yang telah saya buat," jawab PM.

"Saya tahu saya tahu. Anda menyuruh kami menanam lemon dan memelihara ikan sehingga kami bisa menjual lemon di Mars," kata wanita itu bercanda. Juru bicara pemerintah Thanakorn Wangboonkongchana pada Sabtu (4/12) membantah laporan yang menyebut bahwa polisi telah membuat permintaan seperti yang diklaim oleh wanita tersebut.

Jubir itu menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah melarang warganya untuk berpendapat. Apapun pandangan warganya, pemerintah siap mendengarkan.

"Pemerintah tidak pernah melarang siapapun untuk berpendapat, apapun pandangan politiknya," kata jubir tersebut. "Kami siap mendengarkan dan mengklarifikasi (kesalahpahaman) dengan informasi yang benar selama ini. Perdana menteri menjaga semua kelompok orang secara setara."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait