NasDem Buka Suara Usai Penunjukkan Sahroni Jadi Ketua Pelaksana Formula E Dikritik Politis
Instagram/fiaformulae
Nasional
Kontroversi Formula E

Anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert Simanjuntak sempat mengkritik penunjukkan politisi Partai NasDem Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E di DKI Jakarta.

WowKeren - Politisi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, telah ditunjuk menjadi Ketua Pelaksana Formula E di DKI Jakarta. Namun penunjukkan Sahroni tersebut dikritik PDIP DKI Jakarta yang menilainya bermuatan politis dan tak mencerminkan sikap profesional.

"Sepanjang pengamatan setelah penunjukan Bendahara NasDem sebagai penyelenggara balapan Formula E, tidak ada satupun pernyataan teknis profesional yang dilontarkan olehnya, pun oleh IMI (Ikatan Motor Indonesia)," jelas anggota DPRD DKI Jakarta F-PDIP Gilbert Simanjuntak pada Rabu (1/12). "Pernyataan yang keluar semua adalah bermuatan politis, mulai dari meningkatkan ekonomi akan menaikkan citra Jakarta dan Indonesia dan pernyataan lainnya."

Menanggapi tudingan tersebut, Partai NasDem lantas buka suara. Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menegaskan bahwa penunjukan Sahroni sebagai Ketua Pelaksana Formula E tidak berkaitan dengan partai. Sahroni tidak dipilih hanya karena ia merupakan kader NasDem.

"Dari sisi kepartaian, Sahroni betul sebagai bendahara partai NasDem, dia menjadi ketua organizing commitee," papar Ali pada Kamis (2/12). "Itu bukan atas penunjukan partai NasDem, dan dia bukan ditunjuk karena sebagai kader partai NasDem."


Menurut Ali, Sahroni ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana Formula E karena ia menjabat sebagai Sekretaris IMI yang memiliki keahlian di bidang otomotif.

"Tapi, dia adalah sekretaris IMI dan memang yang selama ini orang yang cukup paham karena dia betul betul bergelut di bidang persoalan mobil. Itu dilihat dari dia sebagai sekretaris IMI kan," tuturnya.

Lebih lanjut, Ali menilai terlalu lancang apabila Sahroni didesak untuk mundur. Pasalnya, Formula E merupakan ajang balap kelas dunia yang bukan hanya agenda khusus DKI, namun juga akan menjadi wajah Indonesia.

"Maka tentunya ini adalah bukan kegiatan DKI jakarta, mestinya kan. Ini adalah bagaimana hasil Formula E nanti akan menceritakan bagaimana wajah Indonesia secara keseluruhan," katanya. "Janganlah kegiatan olahraga ini dibawa ke ranah politik, jadi bahwa hari ini sedang terjadi kegaduhan tentang beberapa, pernyataan KPK, penyelidikan Formula E, saya pikir itu hal yang berbeda."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts