Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu cara untuk memproteksi diri dari paparan virus, terlebih di tengah ancaman varian Omicron. Maka dari itu, suntikan booster diharapkan bisa segera diberikan.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 09 Desember 2021 - 11:36 WIB
WowKeren - Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, pemberian vaksinasi menjadi hal wajib yang harus dilakukan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan melindungi diri dari infeksi virus.
Sementara itu, virus COVID-19 sendiri terus bermutasi, seperti yang baru-baru ini ditemukan di Afrika Selatan yakni varian Omicron. Sebelumnya, juga ditemukan varian seperti, Alpha, Beta, dan Delta.
Di Indonesia sendiri, dalam beberapa waktu terakhir, ramai membahas pemberian suntikan vaksin COVID-19 dosis ketiga atau biasa disebut booster kepada masyarakat umum. Seperti yang diketahui, Indonesia telah memberikan suntikan booster kepada tenaga kesehatan (nakes) lantaran merupakan garda terdepan penangangan COVID-19.
Sementara itu, pemberian booster dinilai penting untuk meningkatkan antibodi secara penuh agar terhindar dari virus COVID-19. Meski demikian, hingga saat ini, Indonesia belum juga memberikan booster kepada masyarakat umum. Lantas seberapa besar urgensi pemberian booster?
dr. Caesar Givani selaku Dokter Residen Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya menilai bahwa adanya urgensi vaksin booster. Menurutnya, ketika sudah memungkinkan untuk dilakukan, dapat segeri diberikan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Caesar menuturkan bahwa vaksin booster dapat meningkatkan daya tahan tubuh kita terhadap infeksi spesifik, dalam hal ini adalah COVID-19. Sementara mengenai penelitian vaksin booster masih bervariasi.
"Hasil penelitian masih bervariasi tentang signifikan dosis ketiga vaksin COVID-19, tetapi beberapa studi menunjukkan peningkatan kekebalan tubuh pada mereka yang diberi booster vaksin ketiga," tutur Caesar kepada kontan.co.id, Rabu (8/12).
Selain itu, Caesar juga menuturkan bahwa sebagai tenaga kesehatan, ia sudah mendapat vaksin booster untuk COVID-19. Kemudian dalam menjaga daya tahan tubuh di tengah pandemi COVID-19, bahkan ancaman varian Omicron, ia memberikan tips untuk melakukan istirahat yang cukup minimal 7 jam dalam satu hari, serta menghindari stres berlebih.
(wk/tiar)