PPKM Level 3 Nataru Batal, Kemenkes Minta Agar Tak Ada Peningkatan Mobilitas
Pexels/Martin Péchy
Nasional

Melihat kondisi COVID-19 di Indonesia yang menunjukkan perbaikan dan terbilang stabil, maka pemerintah memutuskan membatalkan PPKM Level 3 Nataru. Kemenkes lantas menegaskan agar tidak terjadi lonjakan mobilitas.

WowKeren - Seperti yang diketahui, pemerintah telah membatalkan rencana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh Indonesia saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Meski demikian, pemerintah juga tetap memberlakukan pengetatan pembatasan.

Aturan pengetatan itu guna tetap waspada agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19 di masa Nataru. Terlebih saat ini angka kasus COVID-19 di Indonesia terbilang cukup terkendali.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa rencana penerapan PPKM Level 3 seluruh Indonesia saat Nataru dibatalkan. Kebijakan ini didasari oleh kondisi COVID-19 yang mengalami tren penurunan kasus aktif dan kasus harian yang stabil di bawah angka 400 kasus.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Jubir Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada dan menekan mobilitas. Hal ini lantaran pihaknya tidak ingin terjadi lonjakan kasus COVID-19, apalagi hingga masuk ke gelombang ketiga.


"Situasi (pandemi) yang sudah membaik ini harus kita pertahankan, laju kasus harus terus kita tekan, memastikan mobilitas tidak meningkat secara tajam agar laju penularan juga tidak meningkat," tegas Nadia dalam keterangan resmi di laman resmi Satgas COVID-19, Kamis (9/12).

Selain itu, Nadia juga menyebut ada sejumlah upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus saat Nataru adalah melakukan deteksi melalui penguatan testing, tracing, dan karantina atau isolasi. Lalu, manajemen klinis termasuk potensi obat baru, persiapan kapasitas rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan lainnya.

Selanjutnya, kata Nadia, menerapkan perubahan perilaku dengan penguatan prokes berbasis teknologi informasi aplikasi PeduliLindungi. Kemudian meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 kepada masyarakat Indonesia, serta penguatan sistem kesehatan.

Tidak hanya itu, Nadia juga berpesan agar masyarakat selalu dan tetap waspada, serta disiplin menerapkan protokol kesehatan, hingga mengurangi mobilitas yang tidak esensial. Ia juga meminta agar upaya testing dan tracing COVID-19 bisa diperkuat agar secara cepat dapat ditemukan kasus positif COVID-19.

Dengan demikian, menurut Nadia, Indonesia bisa terbebas dan melewati ancaman gelombang ketiga COVID-19. "Kita harus pastikan setelah libur Nataru tidak terjadi lonjakan kasus," tandas Nadia.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait