Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Haji Lulung, meninggal dunia pada Selasa (14/12) pagi hari ini. Haji Lulung meninggal dunia setelah beberapa pekan dirawat intensif di RS Harapan Kita.
- Elvariza Opita
- Selasa, 14 Desember 2021 - 12:25 WIB
WowKeren - Abraham Lunggana, atau yang lebih dikenal sebagai Haji Lulung, mengembuskan napas terakhir pada Selasa (14/12) pagi hari ini. Haji Lulung meninggal di Rumah Sakit Harapan Kita setelah beberapa pekan dirawat intensif akibat mengalami serangan jantung berulang.
Nama Haji Lulung sendiri tentunya bukan sosok baru di kancah politik Tanah Air. Haji Lulung diketahui telah menjadi wakil rakyat sejak 2009, hingga pada 2019 kemarin terpilih menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun sejatinya Haji Lulung tidak bisa dipisahkan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebab sejak pertama kali terjun ke dunia politik, tokoh kelahiran Jakarta, 24 Juli 1959 ini sudah bergabung dengan PPP.
Bahkan dikutip dari SINDOnews, Haji Lulung mengaku sudah ikut kampanye PPP sejak masih kecil. "Kalau PPP mah, sebelum jadi pengurus, dari kecil ikut-ikut kampanye. Kalau ditanya sejak kapan? Ya saya dari kecil PPP," ungkapnya, dikutip pada Selasa (14/12).
Lalu ketika PPP pecah, Haji Lulung diajak untuk mendirikan Partai Bintang Reformasi (PBR), bahkan menjadi Ketua DPC PBR Jakarta Barat. "Waktu pecah PPP dulu, saya sempat ikut PBR, itu kan PPP juga, PBR pecahan PPP," jelasnya.
Namun pada 2004, Haji Lulung kembali ke PPP dan menjadi Ketua DPC PPP Jakarta Pusat. Saat itulah karier politiknya semakin benderang. Pada Pemilu 2009, Haji Lulung terpilih menjadi Anggota DPRD DKI Jakarta.
Haji Lulung selama 10 tahun menjabat sebagai Anggota DPRD DKI Jakarta, tentu dengan berbagai gejolak politik yang ada. Haji Lulung pernah ditunjuk menjadi Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ketua DPW PPP DKI Jakarta, hingga pada November 2014 ia dicopot dari jabatannya di PPP.
PPP kala itu mengalami dualisme kepemimpinan antara Romahurmuziy (Romi) dan Suryadharma Ali. Haji Lulung diisukan mendukung PPP versi Suryadharma Ali sehingga dipecat dari Kubu Romi.
Saat Suryadharma Ali ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi, kubunya beralih dipimpin Djan Faridz yang tetap didukung Haji Lulung. Namun Haji Lulung dipecat oleh kubu Djan Faridz lantaran tidak satu suara mendukung Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.
PPP Djan Faridz diketahui mendukung Ahok, sedangkan Haji Lulung lebih memilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno. Bahkan selama Ahok menjabat, beberapa kali Haji Lulung terlibat perdebatan dan perselisihan dengan sang Gubernur DKI Jakarta.
Ketika Pemilihan Legislatif 2019, Haji Lulung pindah haluan ke PAN dan berhasil lolos ke Senayan. PAN menempatkan Haji Lulung di Komisi VII DPR RI. Hingga 2 tahun kemudian, Haji Lulung dilaporkan kembali ke PPP.
"Sejak 6 September 2021 kemarin saya kembali lagi ke Partai Persatuan Pembangunan. Tapi sejak 1 September saya membuat surat menyatakan berhenti kepada Partai Amanat Nasional," kata Haji Lulung kepad SINDOnews, 8 September 2021. Meski demikian, Haji Lulung mengaku masih berhubungan baik dengan rekan-rekan politiknya di PAN.
(wk/elva)