Menkes Ungkap Laju Vaksinasi COVID-19 Menurun Sejak November Meski Stoknya Cukup Hingga April 2022
AFP/Jack Guez
Nasional

Penurunan tersebut, tutur Budi, tampak dari capaian vaksinasi harian yang terus menurun. Padahal pada bulan Oktober 2021 lalu, Indonesia sudah mampu menyuntikkan lebih dari 2 juta dosis vaksin COVID-19 per hari.

WowKeren - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa tren capaian vaksinasi COVID-19 mengalami penurunan dalam enak pekan terakhir. Hal ini disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI.

Penurunan tersebut, tutur Budi, tampak dari capaian vaksinasi harian yang terus menurun. Padahal pada bulan Oktober 2021 lalu, Indonesia sudah mampu menyuntikkan lebih dari 2 juta dosis vaksin COVID-19 per hari.

"Begitu sudah tembus angka 200 juta dosis terasa sekali laju penyuntikan lebih lambat. Laju vaksinasi kita trennya menurun sejak November, dari hampir 2 juta suntikan per hari pada Oktober, sekarang hanya rata-rata 1 juta per hari," papar Budi.

Budi menjelaskan bahwa penurunan capaian vaksinasi ini terjadi karena hampir seluruh ibu kota provinsi yang padat dan mudah dijangkau telah tervaksinasi semua. Oleh sebab itu, proses vaksinasi kini mulai masuk ke kota-kota sekunder yang lebih sulit dijangkau dan lebih sedikit penduduknya.

"Jadi dari sisi efisiensi vaksinasi tidak setinggi vaksinasi yang kota besar," tutur Budi.


Menurut Budi, hingga kini baru ada 13 provinsi yang mencapai target vaksinasi dosis pertama sebesar 70 persen. Provinsi dengan jumlah penduduk besar seperti Jawa Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Riau, dan Sulawesi Selatan tercatat masih belum mencapai target tersebut.

Oleh sebab itu, Budi telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya laju vaksinasi COVID-19 di sejumlah wilayah tersebut dapat dipercepat hingga akhir tahun. Mengingat laju vaksinasi dinilai Budi sangat bergantung pada pelaksana teknis di lapangan.

"Terus terang, ini sangat bergantung kepada kepala daerah," paparnya. "Jadi saya minta tolong kepada daerah, karena Kementerian Kesehatan tidak punya kemampuan eksekusi di lapangan sejak adanya UU Otonomi Daerah."

Budi menegaskan bahwa stok vaksin COVID-19 yang dimiliki Indonesia kini masih cukup, hanya laju penyuntikkannya yang lambat. Oleh sebab itu, ia berharap laju vaksinasi dapat dipercepat untuk mengejar masa kedaluwarsa vaksin COVID-19.

"Stok vaksin kita sudah hampir 100 juta, tapi lambat suntikan. Ini akan datang lagi 50 juta. Jadi, saya rasa sampai bulan April kemungkinan stok kita masih cukup," pungkasnya. "Kita mati-matian menjaga expiry date agar itu jangan terjadi."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait