Diterjang Hujan Deras Selama 4 Jam, Warga Lereng Gunung Semeru Panik Terjadi Banjir Lahar Dingin
Nasional
Erupsi Semeru

Hujan deras mengguyur kawasan lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang. Hal ini lantas membuat warga panik lantaran sejak erupsi, material-material abu vulkanik tersebar di jalanan.

WowKeren - Pada Kamis (16/12) hari ini, hujan deras diketahui melanda kawasan lereng Gunung Semeru. Hal ini lantas memicu kepanikan warga setempat.

Adapun rasa panik dari warga lereng Gunung Semeru itu lantaran takut terjadi banjir lahar dingin yang kemudian jadi besar dan merendam pemukiman di 5 dusun di 2 kecamatan Kabupaten Lumajang. Sebelumnya, warga sempat panik lantaran banjir lahar dari luapan Sungai Besuk Kobokan, telah meluas ke pemukiman warga dan jalan-jalan desa, bahkan ke lahan-lahan pertanian.

5 Dusun yang diketahui terkena dampak banjir lahar dingin di lereng Gunung Semeru itu adalah Dusun Gondeli, Kamar Kajang, dan sekitar Dusun Renteng di Desa Sumber Wuluh, dan di Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Dusun Kajar Kuning, serta Curah Konbokan.


Berdasarkan keterangan dari salah satu warga Desa Sumber Sari yang diketahui identitasnya adalah Rifai, menuturkan bahwa sejak erupsi Gunung Semeru terjadi, banyak material abu vulkanik terbawa banjir. Akhirnya material-material tersebut memenuhi jalanan.

"Sejak erupsi dengan membawa awan panas guguran Gunung Semeru, banyak material abu vulkanik dan membuat aliran sungai pembuangan lahar dari Gunung semeru dangkal," ungkap Rifai kepada detikcom, Kamis (16/12). "Akhirnya setiap hujan deras membuat banjir lahar dingin meluber ke perkampungan warga dan jalan desa, jadi selalu waspada."

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan oleh warga lainnya yakni Mutmainah selaku warga Desa Supit Urang. Ia menuturkan lebih baik memilih pergi ke tempat yang lebih aman dan rumah dikunci rapat-rapat. "Jadi setiap hujan deras memilih pergi dan mencari lokasi yang aman," jelas Mutmainah.

Sebagai informasi, hujan deras yang mengguyur kawasan lereng Gunung Semeru itu berhenti pada pukul 16.40 WIB. Setelah hujan deras berhenti, warga yang dibantu oleh petugas dari Basarnas melaksanakan kerja bakti dengan menurunkan 7 alat berat untuk mengeruk material dan membuat tanggul dan aliran arus banjir lahar dingin."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts