Kepala Polisi Madagaskar Zafisambatra Ravoavy mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 39 korban tewas dalam kecelakaan helikopter tersebut per Selasa (21/12).
- Bertilia Puteri
- Rabu, 22 Desember 2021 - 13:18 WIB
WowKeren - Seorang menteri di Madagaskar harus berenang sekitar 12 jam ke pantai usai helikopter yang ditumpanginya jatuh di lepas pantai timur laut pulau itu. Menteri Kepolisian Madagaskar Serge Gelle dan sejumlah korban selamat lainnya berhasil mencapai daratan di kota Mahambo pada Selasa (21/12) pagi.
Menurut kepala otoritas pelabuhan Jean-Edmond Randrianantenaina, mereka tampaknya berhasil mencapai daratan setelah melontarkan diri dari pesawat. Pihak kepolisian dan otoritas pelabuhan masih melanjutkan proses pencarian terhadap para penumpang helikopter lainnya. Kecelakaan helikopter tersebut terjadi pada Senin (20/12) dengan penyebab yang belum jelas.
Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Gelle yang sudah berusia 57 tahun tersebut berbaring kelelahan di sebuah kursi santai. Ia tampak masih mengenakan seragam kamuflasenya.
"Waktu saya untuk mati belum tiba," ujar Gelle. Ia menambahkan bahwa dirinya merasa kedinginan namun tidak terluka. Gelle sendiri diangkat menjadi menteri sebagai bagian dari perombakan kabinet pada bulan Agustus lalu setelah bertugas di kepolisian selama tiga dekade.
Diketahui, Gelle menumpangi helikopter tersebut untuk memeriksa lokasi kapal karam di lepas pantai timur laut pada Senin pagi. Menurut Kepala Polisi Zafisambatra Ravoavy, Gelle telah menggunakan salah satu kursi helikopter sebagai alat pelampung.
"Dia selalu memiliki stamina yang hebat dalam olahraga, dan dia menjaga ritme ini sebagai menteri, seperti orang berusia 30 tahun," ungkap Ravoavy kepada AFP. "Dia memiliki nyali baja"
Ravoavy mengungkapkan bahwa sedikitnya ada 39 korban tewas dalam kecelakaan helikopter tersebut per Selasa. Angka korban jiwa itu meningkat usai etugas penyelamat menemukan 18 mayat lain.
Pada Senin lalu, Madagaskar juga melaporkan tenggelamnya sebuah kapal kargo yang membawa 130 penumpang secara ilegal. Kapal yang tenggelam di lepas pantai timur laut Madagaskar itu menewaskan sedikitnya 17 orang dan menyebabkan 68 orang hilang.
Setidaknya 45 orang telah diselamatkan dari perairan Samudra Hindia, menurut laporan dari Badan Pelabuhan Maritim dan Sungai. Kapal bernama Francia tersebut meninggalkan kota Antanambe, di distrik timur Mananara Utara pada Senin dini hari menuju pelabuhan Soanierana Ivongo.
(wk/Bert)