Menkes Ungkap Obat COVID-19 Paxlovid dari Pfizer Siap Masuk RI Januari 2022
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Bila Merck memiliki Molnupiravir, maka Pfizer mengembangkan obat COVID-19 yang diberi nama Paxlovid. Pfizer mengklaim efektivitas obat dalam mencegah keparahan gejala sampai 89%.

WowKeren - Pemerintah terus mengupayakan berbagai hal untuk mengendalikan wabah COVID-19. Selain vaksin, pemerintah diketahui juga siap mendatangkan obat-obatan termasuk yang dikembangkan oleh Pfizer, yakni Paxlovid.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa obat Paxlovid itu dijadwalkan datang pada Januari 2022. Hal ini didasarkan pada izin penggunaan yang sudah dikantongi Paxlovid sebagai pil antivirus COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA).

"Obat-obatan baru kita siapkan. Dua yang sudah di-approve FDA, Molnupiravir dan Paxlovid," jelas Budi Gunadi di Kantor Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Jakarta Pusat, Rabu (29/12). "Insya Allah di bulan Januari sudah bisa kita datangkan."

Hanya saja sang mantan Wakil Menteri BUMN tidak menjelaskan detail tanggal kedatangan pil Paxlovid tersebut. Berapa jumlah yang didatangkan serta mekanisme distribusinya di Indonesia pun belum diungkap oleh Budi Gunadi.


Sebagai informasi, pemerintah Indonesia memang telah menyampaikan keinginan untuk membeli Paxlovid sejak beberapa waktu lalu. Bahkan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PL) Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengaku pemerintah telah melobi Pfizer sejak awal Desember.

"Kami sudah penjajakan dengan produsennya (Pfizer), baru sampai pada tahap tersebut," tutur Siti Nadia kepada CNN Indonesia, Kamis (16/12). Paxlovid akan memperkaya penggunaan pil pengobatan COVID-19 di Indonesia, seperti Favipiravir, Remdesivir, Tocilzumab, IVIg, Oseltamivir, Azithromycin, dan Ivermectin.

Namun obat-obatan tersebut diberikan kepada pasien COVID-19 bergejala sedang hingga berat serta harus dalam pengawasan dokter. Sedangkan selain Paxlovid, pil anitvirus COVID-19 lain yang sempat menjadi sorotan adalah Molnupiravir.

Paxlovid sendiri merupakan obat untuk perawatan pasien COVID-19 dengan tingkat efektivitas sampai 89 persen dalam mencegah tingkat masuk rumah sakit maupun kematian, bahkan pada pasien berisiko tinggi. Menurut Pfizer, kombinasi Paxlovid dengan dosis rendah Ritonavir selama lima hari merasakan gejala COVID-19 bisa menurunkan tingkat keparahan penyakit dan potensi kematian.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts