Menko PMK Sebut PTM Terbatas Tetap Dijalankan Meski Target Vaksinasi COVID-19 Anak Belum Tercapai
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Pemerintah mewajibkan sekolah yang berada di wilayah PPKM Level 1, 2, dan 3 mulai melaksanakan PTM terbatas. Sementara itu, pemerintah juga terus melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap anak-anak.

WowKeren - Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap anak-anak usia 6-11 tahun. Di sisi lain, 4 Kementerian juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Namun angka vaksinasi COVID-19 terhadap anak-anak saat ini diketahui masih belum mencapai target. Meski demikian, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan bahwa PTM terbatas akan tetap dijalankan meski target belum tercapai.

Pemerintah sendiri diketahui menargetkan vaksinasi COVID-19 terhadap 26,5 juta anak. "Enggak apa-apa, kan sambil jalan. Sekarang target kita kan dari 26,5 juta, mungkin awal tahun nanti bisa 10 sampai 15 juta (vaksinasi anak)," tutur Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/12).

Menurut Muhadjir, proses vaksinasi COVID-19 terhadap anak itu bisa berjalan lebih cepat lantaran dilakukan di sekolah. Selain itu juga adanya kerja sama yang baik antara sekolah dengan Puskesmas, sehingga pelaksanaan vaksinasi terhadap anak-anak bisa cepat.


"Cepat saja, kalau anak ini kan kalau vaksinnya ada ya anaknya ada di sekolah, datang ke sekolah aja," terang Muhadjir. "Contohnya, kemaren saya berkunjung ke Bekasi, itu kerja sama antara Puskesmas dan sekolah akan baik."

Lebih lanjut, Muhadjir lantas menuturkan bahwa kerja sama dengan sekolah dibutuhkan untuk mempermudah koordinasi pelaksanaan vaksinasi COVID-19 anak. Selain itu, peran orangtua juga sangat penting untuk mendorong capaian vaksinasi terhadap anak.

"Selama ini sudahkan, kita libatkan sekolah, orangtua diminta dampingi (anak) dan harus ada persetujuan kan dari orangtua," jelas Muhadjir. "Orangtua harus tanda tangan kalau dia setuju anaknya divaksin."

Sementara itu, dalam pelaksanaan PTM yang rencananya dimulai pada Januari 2022 nanti, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikkbudristek) tidak akan mengeluarkan kurikulum baru. Kemendikbudristek nantinya akan fokus ke pemulihan pembelajaran akibat pandemi COVID-19 terlebih dahulu.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts