Atas banjir yang melanda beberapa waktu belakangan, Departemen Meteorologi Malaysia akhirnya mengeluarkan peringatan merah. Di sisi lain, eks Wamendikbud justru melontarkan kritikan terhadap pemerintah.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 30 Desember 2021 - 14:11 WIB
WowKeren - Belum lama ini, Malaysia dilanda bencana alam banjir besar. Banjir ini bahkan menelan sejumlah korban jiwa. Namun pemerintah tidak ingin disalahkan atas banjir tersebut.
Kini, Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) telah mengeluarkan peringatan merah untuk hujan ekstrem di Jeli, Kelantan. Peringatan ini disebut dikeluarkan tepat saat video mulai muncul secara online tentang kenaikan air di daerah tersebut.
Melansir malaymail, Departemen juga mengeluarkan peringatan kuning untuk hujan yang sangat deras dan terus-menerus di Tanah Merah, Machang, Kuala Krai, dan Gua Musang di Kelantan. Kemudian, tingkat siaga tertinggi kedua juga ditempatkan di Kabupaten Besut, Dungun, Hulu Terengganu, dan Kemaman Terengganu, serta Jerantut, Maran, Kuantan, dan Pekan di Pahang.
Pahang sendiri diketahui telah menjadi negara bagian yang paling parah dilanda banjir saat ini, dengan hampir 6 ribu orang mengungsi. Kemudian, MetMalaysia juga mengumumkan peringatan kuning untuk semua Johor dan Perlis, serta bagian Perak, Kedah, Kelantan, Terengganu, dan Pahang.
MetMalaysia memperingatkan penduduk di wilayah tersebut untuk bersiap menghadapi hujan berkelanjutan mulai sekarang hingga Tahun Baru 2022 nanti, bahkan mungkin seterusnya. Di tengah banjir yang dihadapi Malaysia, sejumlah kritikan juga datang.
Mantan Wakil Menteri Pendidikan (Wamendikbud) Malaysia mempertanyakan rencana Kementerian Pendidikan untuk membantu secara finansial sekolah-sekolah yang terkena dampak banjir parah. Menurutnya, bantuan tersebut harusnya sudah ada.
"Ketika menunjukkan bahwa tahun ajaran 2022 sudah hampir tiba di Malaysia," tutur Teo Nie Ching dilansir dari malaymail, Kamis (30/12).
Sementara itu, anggota parlemen Kulai mengatakan bahwa meskipun Mendikbud Senior Datuk Radzi Jidin dan Wakilnya telah mengunjungi beberapa sekolah yang terkena dampak banjir, hingga saat ini masih belum juga ada pengumuman tentang bantuan yang tersedia untuk jumlah sekolah nasional dan daerah yang rusak.
"Tentunya, Kementerian Pendidikan harus bertindak cepat untuk membantu sekolah dalam menilai kerusakan," ungkap Teo Nie Ching dalam pernyataan. "Tetapi saya juga ingin mendesak kementerian untuk segera menyalurkan bantuan ke sekolah mana pun yang mungkin membutuhkan ini, mengingat hanya beberapa hari sampai awal tahun ajaran 2022."
(wk/tiar)