Meski demikian, laporan saluran televisi pemerintah Iran dan juga kantor berita semi-resmi mereka pada Kamis (30/12) tidak menjelaskan kapan peluncuran itu dilakukan atau perangkat apa yang dibawa oleh roket tersebut.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 30 Desember 2021 - 21:03 WIB
WowKeren - Iran dilaporkan telah meluncurkan roket pembawa satelit yang membawa tiga perangkat ke luar angkasa. Meski demikian, laporan saluran televisi pemerintah Iran dan juga kantor berita semi-resmi mereka pada Kamis (30/12) tidak menjelaskan kapan peluncuran itu dilakukan atau perangkat apa yang dibawa oleh roket tersebut.
Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran, Ahmad Hosseini, mengidentifikasi roket itu sebagai roket Simorgh, atau "Phoenix". Dia mengatakan tiga perangkat dikirim hingga 470 kilometer. Ia menggambarkan peluncuran roket tersebut sebagai "awal", mengindikasikan ada lebih banyak peluncuran di masa yang akan datang.
"Kinerja pusat ruang angkasa dan kinerja pembawa satelit dilakukan dengan benar," tutur Hosseini.
Televisi Iran menayangkan cuplikan roket putih yang bertuliskan, "Pembawa satelit Simorgh" dan slogan "Kita bisa" yang ditembakkan ke langit pagi dari Pelabuhan Luar Angkasa Imam Khomeini Iran. Seorang reporter TV pemerintah di situs gurun terdekat memuji peluncuran itu sebagai "pencapaian baru oleh para ilmuwan Iran". Meski demikian, para pejabat tidak menjelaskan apakah objek yang diluncurkan tersebut benar-benar mencapai orbit.
Peluncuran roket ini dilakukan di tengah negosiasi alot atas kesepakatan nuklir Iran. Peluncuran sebelumnya telah menuai teguran dari Amerika Serikat.
Sebagai informasi, program luar angkasa sipil Iran telah mengalami serangkaian kemunduran dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk kebakaran fatal dan ledakan roket landasan peluncuran yang menarik perhatian mantan Presiden Donald Trump.
Ledakan itu telah menimbulkan kekhawatiran di Washington tentang apakah teknologi yang digunakan untuk meluncurkan satelit dapat memajukan pengembangan rudal balistik Iran. Amerika Serikat mengatakan bahwa peluncuran satelit semacam itu bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang meminta Iran untuk menghindari aktivitas apa pun yang terkait dengan rudal balistik yang mampu mengirimkan senjata nuklir.
Sementara itu, profesor di Universitas Teheran, Mohammad Marandi, mengatakan peluncuran itu adalah bagian dari program luar angkasa Iran. Oleh sebab itu, hal ini seharusnya tidak berdampak pada kelanjutan pembicaraan di Wina.
"Iran telah memiliki program luar angkasa ini untuk waktu yang cukup lama. Program itu mengirim satelit ke orbit pada beberapa kesempatan," tutur Marandi kepada Al Jazeera. "Cukup jelas bahwa Iran akan melanjutkan bisnis seperti biasa – apakah itu berkaitan dengan program luar angkasanya – atau bahkan … teknologi rudal balistiknya."
(wk/Bert)