Uji Klinis Akan Dilaksanakan Februari Mendatang, Vaksin Merah Putih Unair Dinilai Bisa Lawan Omicron
Nasional
Vaksin Merah Putih

Perkembangan penelitian Vaksin Merah Putih yang dilakukan Unair saat ini telah memasuki tahap uji klinis terhadap manusia. Tim peneliti Unair meyakini Vaksin Merah Putih bisa melawan Omicron.

WowKeren - Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengembangkan vaksin COVID-19 lokal. Di antaranya adalah Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Universitas Airlangga Surabaya (Unair).

Saat ini, tahap penelitian Vaksin Merah Putih Unair diketahui akan memasuki uji klinis pada manusia. Rencananya, tahan uji klinis pada manusia ini akan dilakukan pada awal Februari 2022, di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

"Belum berjalan, masih kita siapkan," tutur Prof. Fedik Addul Rantam selaku Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih dalam keterangan, Selasa (4/1). "Mulai awal bulan depan, tanggal 5 InsyaAllah. Bila tidak ada halangan akan kita mulai (uji klinis)."

Lebih lanjut, Prof Fedik menerangkan bahwa untuk uji klinis pada manusia itu sudah banyak relawan yang mendaftar. Bahkan, ia menyebut para relawan sangat antusias mengikuti uji klinis Vaksin Merah Putih Unair.

Sementara mengenai persyaratan untuk menjadi relawan tersebut, kata Prof Fedik, mereka adalah orang yang belum menerima vaksin COVID-19, baik dosis pertama maupun kedua. Hal ini sesuai dengan permintaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Di sisi lain, Prof Fedik menuturkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait mengenai pelaksanaan uji klinis Vaksin Merah Putih. Ia juga berharap agar pelaksanaan uji klinis tersebut bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

Mengingat Indonesia saat ini juga menghadapi ancaman varian Omicron, Prof Fedik mengaku bahwa Vaksin Merah Putih Unair itu masih ampuh untuk melawan mutasi COVID-19 tersebut. Hal ini dilihat dari hasil uji tentang vaksin Merah Putih dengan varian Delta dan B1 yang menunjukkan hasil baik.

"Untuk ini (Omicron) bisa lebih aman," papar Prof Fedik. "Sebab Omicrom banyak menularkan sehingga mudah menginfeksi orang lain, tapi tidak menimbulkan keganasan seperti varian Delta."

Menurut Prof Fedik, pada dasarnya semua vaksin COVID-19 memiliki karakteristik yang berbeda. Namun pada intinya terletak pada protein yang memiliki sifat immunogenic yakni bisa memproduksi antibodi untuk menetralisir virus Corona.

Tidak hanya ampuh melawan varian Omicron, Prof Fedik percaya bahwa vaksin yang diteliti oleh Tim Unair itu bisa menetralisir varian baru karena adanya 4 protein yang terkandung di dalamnya. Protein tersebut adalah spike, RBD, Nukeleoprotein, dan membran protein. Semua protein ini membentuk antibodi agat bisa menetralisir virus.

(wk/Indr)


You can share this post!


Related Posts