Meski Ada Kenaikan Kasus Omicron, Wagub DKI Klaim Tak Ada Pasien yang Meninggal
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Jumlah kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia saat ini kembali bertambah. Meski demikian, Wagub DKI mengklaim bahwa pasien Omicron di Jakarta itu merupakan OTG atau tak bergejala.

WowKeren - Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menuturkan bahwa ada kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia. Saat ini, jumlah kasus Omicron di Indonesia telah mencapai 254 kasus, yang terdiri dari 239 kasus pelaku perjalanan internasional dan 15 kasus transmisi lokal.

Meski demikian, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim bahwa hingga saat ini tidak ada pasien Omicron yang meninggal dunia. "Kita bersyukur tidak ada yang meninggal pada kasus Omicron di Jakarta. Harapan kita ke depan kasus ini bisa segera turun," tutur Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (5/1).

Lebih lanjut, Riza menuturkan bahwa pasien Omicron saat ini tidak memiliki gejala separah varian Delta. Bahkan menurut Riza, di antara pasien Omicron tersebut ada yang tidak memiliki gejala apapun atau OTG.

Kendati demikian, Riza meminta agar masyarakat tetap waspada terhadap varian Omicron lantaran penularannya yang jauh lebih cepat dibanding dengan varian lainnya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa akibat dari Omicron yang meluas, kini telah terjadi kenaikan keterisian tempat tidur atau BOR di rumah sakit.


"Bahwa BOR sekarang meningkat menjadi 7 persen dan ICU menjadi 5 persen, yang sebelumnya BOR turun 4 persen sekarang meningkat 7 persen," ungkap Riza. "Ini menjadi perhatian kita bersama."

Sementara untuk mencegah penularan lebih banyak, Riza mengatakan bahwa masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron saat ini wajib menjalani isolasi di Wisma Atlet dan RSPI Sulianti Saroso. Selain itu, ia juga meminta kepada pelaku perjalanan internasional untuk waspada dan selalu mengenaikan masker saat bepergian.

Berdasarkan data per Selasa (4/1), kasus aktif COVID-19 di Jakarta sudah mencapai 768 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan jumlah kasus dua kali lipat dibandingkan dengan akhir Desember lalu.

Di sisi lain, berbagai upaya juga tengah dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Adapun upaya itu di antaranya adalah menambah masa karantina bagi masyarakat yang baru datang dari luar negeri, vaksinasi anak, hingga vaksin booster untuk masyarakat umum.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait