'Bantah' Wagub, Disdik DKI Jakarta Ungkap Opsi Bila Keberatan PTM Saat COVID-19
unicef.org
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Wagub DKI Jakarta sempat membuka peluang untuk orangtua/wali murid berkoordinasi dengan sekolah bila keberatan dengan PTM. Dinas Pendidikan DKI Jakarta ternyata punya pendapat berbeda.

WowKeren - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria sempat mengungkap peluang siswa tidak mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) karena meluasnya COVID-19 varian Omicron. "Makanya bagi (siswa peserta) PTM (pembelajaran tatap muka) ini masih ada kesempatan bagi para orangtua yang berkeberatan silakan berkoordinasi dengan sekolah," ujar Ariza, Senin (3/1).

Namun Kepala Bidang Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja Gah, menyatakan hal sebaliknya. Ia merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terkait PTM yang mewajibkan semua siswa untuk belajar di sekolah.

"Kebijakannya itu dari juknis kita adalah PTM diikuti semua siswa sekolah," ujar Taga, Rabu (5/1). Meski demikian, memang ada opsi bagi orangtua/wali siswa yang khawatir dengan potensi penularan COVID-19 di sekolah.

Opsi tersebut adalah dengan e-learning dan bukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). E-learning adalah berupa pemberian tugas mandiri untuk dikerjakan di rumah, lalu hasil belajarnya dikirim melalui pesan elektronik atau platform pembelajaran lain.


"E-learning itu bukan PJJ, itu penugasan mandiri di rumah," terang Taga, dikutip pada Kamis (6/1). Di sisi lain, sekolah juga diperbolehkan menyediakan layanan PJJ, namun Dinas Pendidikan menegaskan bahwa hal itu bukan kewajiban sekolah.

Pertimbangannya, pelaksanaan PJJ memerlukan biaya tambahan seperti internet, sarana belajar jarak jauh, serta aplikasi berbayar untuk belajar jarak jauh. "Yang kedua, yang mengajukan keberatan (untuk PTM) kan enggak semua anak, itu separuhnya. Artinya yang diprioritaskan adalah PTM," tegas Taga.

Kebijakan PTM saat ini memang sudah 100 persen. "(Tapi) apakah semua 100 persen masuk? Kan enggak. Ada yang sakit, ada yang izin, (padahal) semuanya wajib. Itu istilahnya seperti itu komparasinya," jelasnya.

Sebelumnya kebijakan PTM 100 persen yang mulai dilaksanakan bulan Januari 2022 ini kerap menjadi perdebatan. Pasalnya varian Omicron saat ini sedang berkembang luas di Indonesia.

Karena itulah Wagub DKI Ariza sempat membuka peluang orangtua/wali siswa untuk berkoordinasi terkait PTM dengan sekolah masing-masing. Hanya saja Ariza juga meminta orangtua/wali untuk mempertimbangkan kejenuhan siswa dalam mengikuti PJJ selama hampir dua tahun belakangan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts