Wagub DKI Bolehkan Siswa Belajar Dari Rumah di Tengah Meningkatnya Kasus COVID-19 Varian Omicron
Instagram/arizapatria
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

DKI Jakarta diketahui telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen mulai Senin (3/1) kemarin. Menurut Wagub Ahmad Riza Patria, PTM 100 persen ini sudah sesuai dengan SKB 4 Menteri.

WowKeren - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui bahwa jumlah kasus COVID-19 Omicron di wilayahnya makin meningkat. Ia mengungkapkan bahwa saat ini jumlahnya telah mencapai 162 kasus.

"Jadi memang seperti kita ketahui belakangan ini Omicron semakin meningkat," tutur Riza di Balai Kota DKI pada Senin (3/1). Di Jakarta sendiri kasusnya sudah 162 orang."

Menurut Riza, jumlah kasus Omicron di DKI per Minggu (2/1) telah mencapai 135 kasus. Kemudian ada penambahan sebanyak 27 kasus pada Senin. Puluhan kasus Omicron tersebut terdeteksi berdasarkan pemeriksaan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) dan Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

"Tambahan kasus 3 Januari, 15 orang (pemeriksaan Litbangkes) dan 12 orang (pemeriksaan GSI)," ungkapnya.


Dengan makin bertambahnya kasus Omicron di Ibu Kota, Riza mempersilakan siswa yang khawatir terpapar COVID untuk belajar dari rumah. "Makanya bagi (siswa peserta) PTM (pembelajaran tatap muka) ini masih ada kesempatan bagi para orangtua yang berkeberatan silakan berkoordinasi dengan sekolah," ujar Riza.

Namun demikian, Riza tetap meminta orangtua untuk mempertimbangkan kejenuhan siswa yang hanya mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama hampir dua tahun. DKI diketahui telah menerapkan PTM dengan kapasitas 100 persen mulai Senin kemarin.

Menurut Riza, PTM 100 persen ini sudah sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Itu sebabnya PTM 100 persen tetap terlaksana di Jakarta meskipun penularan COVID-19 masih terjadi.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan sempat mengatakan bahwa Varian Omicron sudah berada di tengah masyarakat Indonesia. Mengingat penularan varian baru ini meluas ke banyak negara dan daerah.

"Kalau lihat tadi Omicron sudah menyebar ke mana-mana, ya tidak mungkin itu (Omicron) tidak ada di (tengah) publik. Sudah ada," kata Luhut dalam konferensi pers pada Senin.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts