Sebagaimana diketahui, langkah Lituania yang menyertakan kata Taiwan dalam nama kantor perwakilan pulau itu di sana, telah memicu reaksi keras dari Tiongkok.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 06 Januari 2022 - 15:58 WIB
WowKeren - Presiden Lituania Gitanas Nauseda baru-baru ini mengungkapkan penyesalannya terkait langkah politik yang diambil negaranya. Ia mengatakan bahwa pemerintah melakukan kesalahan ketika mereka menamai kantor perwakilan Taiwan dengan nama pulau itu, sebagaimana dilaporkan Euronews dan AFP.
Ia mengaku bahwa dia tidak diajak berkonsultasi tentang langkah tersebut. Menurutnya, pembukaan kantor Taiwan bukan hal yang salah, namun ia menyoroti penamaan kantor itu. Sebab, hal itu dapat berbuntut panjang pada hubungan diplomatik dengan Tiongkok.
"Saya kira bukan pembukaan kantor Taiwan yang salah, itu namanya yang tidak dikoordinasikan dengan saya," katanya kepada stasiun radio lokal, Selasa (4/1). "Nama kantor telah menjadi faktor kunci yang sekarang sangat mempengaruhi hubungan kami dengan Tiongkok."
Sebagaimana diketahui, langkah Lituania yang menyertakan kata Taiwan dalam nama kantor perwakilan itu, telah memicu reaksi keras dari Tiongkok. Pemerintah Negeri Tirai Bambu mengecam langkah itu yang juga memutuskan untuk menarik duta besarnya untuk Lituania.
The Guardian juga melaporkan bahwa Tiongkok telah meminta Lituania mengambil langkah serupa. Negeri Tirai Bambu telah meluncurkan sanksi ekonomi terhadap Lithuania dengan memblokir semua impor dari negara Baltik tersebut.
Lebih dari itu, Tiongkok bahkan memberikan ultimatum kepada perusahaan multinasional untuk memutuskan hubungan dengan Lithuania atau menanggung konsekuensi kehilangan akses ke pasar yang menguntungkan. Kendati demikian, Nauseda setuju dengan pelabelan yang diberikan pejabat lain pada tanggapan Tiongkok sebagai "sanksi" yang tidak diumumkan.
"Kami harus sangat aktif dan menjelaskan kepada Uni Eropa bahwa ini adalah serangan," ujarnya. "Semacam tekanan pada salah satu negara anggotanya."
Tentu saja, pernyataan Nauseda itu justru memicu kritik dari dalam negaranya sendiri. Ekonom Lituania dan anggota Parlemen Eropa, Ausra Maldeikiene, menyebutnya menyedihkan.
Pasalnya, pernyataan itu secara tidak langsung menyiratkan bahwa Lituania itu harus "sujud kepada Partai Komunis Tiongkok setelah mereka menyebut (Lithuania) anjing". Anggota Parlemen Lithuania, Matas Maldeikis, juga melalui Twitter mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan pernyataan Nauseda. Menurutnya, mendukung demokrasi di Taiwan adalah hal yang benar untuk dilakukan meskipun sulit.
(wk/zodi)