Muncul Lagi Varian Baru COVID-19 IHU, Kemenkes Pastikan Belum Terdeteksi di Indonesia
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Virus COVID-19 tampaknya terus bermutasi. Belum selesai dengan permasalahan varian Omicron yang belakangan menjadi fokus global, kini muncul lagi varian baru IHU.

WowKeren - Belum selesai dengan varian Omicron, kini kembali ditemukan varian baru COVID-19 yakni B.1.640.2 atau yang dijuluki sebagai "IHU". Varian ini diketahui pertama kali dideteksi oleh peneliti Prancis pada bulan Desember 2021 lalu.

Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa virus COVID-19 varian IHU itu belum terdeteksi di Indonesia. Hal ini dilihat berdasarkan dari hasil tes Whole Genome Sequences (WGS).

"Varian IHU belum ditemukan di Indonesia ya," tutur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/1).

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan bahwa varian IHU itu telah ditetapkan sebagai Variant Under Monitoring (VuM) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurutnya, saat ini, risiko penularan varian IHU masih diteliti dan diawasi.


Mengenai kabar yang menyebut bahwa varian IHU kebal vaksin COVID-19, Nadia meminta kepada masyarakat untuk menunggu hasil kajian dan analisis dari beragam kasus global dan WHO. Ia lantas mengimbau agar publik tidak mudah percaya dengan informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan.

Di samping itu, Nadia menekankan bahwa vaksin COVID-19 memiliki efikasi dalam melawan virus. "Semua vaksin memiliki efikasi untuk tetap melawan virus COVID-19 termasuk variannya ya," terang Nadia.

Nadia menuturkan bahwa varian IHU pertama kali ditemukan di Prancis oleh para peniliti dari Mediterranee Infection di Marseille, bagian Institut hospitalo-universitaire Prancis (IHU atau University Hospital Institutes). Penelitian ini dipimpin oleh seorang ilmuwan yang diketahui identitasnya adalah Didier Raoult.

Sejauh ini, kata Nadia, varian IHU telah terdeteksi pada 12 orang di Pegunungan Alpen Selatan, bersamaan ketika Omicron ditemukan di Afrika Selatan pada 2021 lalu. Menurut para peneliti, pasien pertama yang diidentifikasi terinfeksi varian tersebut telah divaksinasi COVID-19, dan baru saja kembali dari Kamerun.

Selanjutnya, laporan temuan varian baru COVID-19 itu kemudian diunggah dalam sebuah makalah yang diterbitkan di medRxiv pada akhir Desember lalu. Meski demikian, penelitian tersebut belum ditinjau oleh sejawat atau belum peer-review.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait