Beda Dari Israel, Komite Imunisasi Inggris Sebut Suntikan Keempat Vaksin COVID-19 Belum Diperlukan
Dunia
Vaksin COVID-19

Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menilai suntikan dosis ketiga alias booster masih memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dari Omicron pada orang tua.

WowKeren - Komite Bersama untuk Vaksinasi dan Imunisasi (JCVI) menyatakan bahwa suntikan keempat Vaksin COVID-19 masih belum dibutuhkan. Pasalnya, suntikan booster dinilai masih memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah dari Omicron pada orang tua.

Sebagai informasi, JCVI adalah komite penasihat ahli independen yang memberi nasihat kepada departemen kesehatan Inggris tentang imunisasi. Rekomendasi JCVI tersebut menandai keluarnya Inggris dari strategi vaksinasi Israel yang kini tengah mengejar program dosis keempat Vaksin COVID-19 untuk warga berusia di atas 60 tahun dan tenaga kesehatan.

Menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris, perlindungan terhadap rawat inap dalam kelompok usia di atas 65 tahun masih tetap berada di angka sekitar 90 persen tiga bulan setelah dosis ketiga alias suntikan booster. Sedangkan perlindungan terhadap penyakit parah di kelompok orang yang hanya menerima dua dosis Vaksin COVID- 19 turun menjadi sekitar 70 persen setelah tiga bulan, dan 50 persen setelah enam bulan.

JCVI merekomendasikan pemerintah Inggris untuk terus memprioritaskan program suntikan ketiga alias booster Vaksin COVID-19 untuk semua orang dewasa. Alih-alih mulai memberikan suntikan keempat kepada kelompok rentan seperti orang-orang di atas 80 tahun atau penghuni panti jompo.



"Data saat ini menunjukkan dosis booster terus memberikan perlindungan tingkat tinggi terhadap penyakit parah, bahkan untuk kelompok usia yang paling rentan," papar Ketua JCVI untuk imunisasi COVID-19, Prof Wei Shen Lim. "Untuk alasan ini, komite telah menyimpulkan bahwa tidak perlu segera memperkenalkan dosis booster kedua, meskipun ini akan terus ditinjau."

Lebih lanjut, Prof Wei Shen Lim menekankan pentingnya suntikan booster Vaksin COVID-19. "Dengan Omicron yang terus menyebar secara luas, saya mendorong semua orang untuk maju ke depan untuk dosis booster mereka, atau jika tidak divaksinasi, untuk dua dosis pertama mereka, untuk meningkatkan perlindungan mereka terhadap penyakit serius," tambahnya.

Data yang digunakan JCVI didasarkan pada studi Badan Keamanan Kesehatan Inggris yang mengamati suntikan booster di kelompok usia di atas 65 tahun. JCVI menegaskan bahwa tujuan utama dari program vaksinasi adalah untuk mencegah penyakit parah, bukan mencegah infeksi sama sekali.

Di sisi lain, rekomendasi ini dirilis kala Inggris mencatatkan 178.250 kasus COVID-19 baru pada Jumat (7/1). Jumlah tersebut naik 47 persen dibandingkan angka kasus COVID-19 harian pada hari Jumat dua minggu lalu.

(wk/Bert)


You can share this post!


Related Posts