Booster COVID-19 RI Pakai 5 Merek Ini, Berapa Perkiraan Harga per Dosis?
Pixabay
Nasional
Vaksin COVID-19

BPOM sudah mengizinkan kelima merek vaksin COVID-19 berikut digunakan sebagai booster. Sedianya vaksinasi booster diberikan secara gratis dan berbayar.

WowKeren - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah menurunkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization / EUA) untuk lima merek vaksin COVID-19 sebagai dosis penguat alias booster. Kepala BPOM Penny Lukito menjelaskan bahwa titer antibodi menurun signifikan 6 bulan setelah penyuntikan vaksin dosis kedua.

"Imunogenisitas penurunan kader titer antibodi signifikan menurun di bawah 30 persen setelah 6 bulan," jelas Penny dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (10/1). "Ini diperlukan vaksin booster untuk meningkatkan kembali imunogenisitas."

Kelima merek vaksin yang mendapat restu BPOM sebagai dosis booster adalah Sinovac (CoronaVac), Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zivifax. Meski demikian, patut diingat bahwa pemberian vaksin booster dilakukan secara berbayar. Lantas berapa perkiraan per dosis vaksin booster tersebut?

Hingga kini Kementerian Kesehatan memang belum mengungkap harga per dosis vaksin booster tersebut. Meski demikian harganya bisa diperkirakan berdasarkan UNICEF COVID-19 Vaccine Market Dashboard, seperti rincian berikut ini.


Untuk vaksin Sinovac, menurut catatan UNICEF dibanderol seharga USD10 (~Rp142.857) hingga USD32,52 (~Rp469.285,25). Sedangkan di Indonesia, menurut dasbor UNICEF, per dosis vaksin Sinovac dijual seharga USD13,6 (~Rp194.285,52), meski PT Bio Farma sempat mengabarkan harga per dosisnya senilai Rp200 ribu, sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim harganya USD6 atau setara Rp85.714,2 per dosis.

Sedangkan untuk vaksin Pfizer, catatan dasbor UNICEF mencatatkan kisaran harganya adalah USD6,75 (~Rp96.428,28) sampai USD23,15 (~Rp330.713,96). Vaksin Pfizer ini sudah digunakan di banyak kawasan dunia, mulai dari Afrika, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa.

Kemudian vaksin AstraZeneca, menurut catatan dasbor UNICEF dibanderol seharga USD2,19 (~Rp31.285,68) hingga USD13,27 (~Rp189.571,24). Vaksin ini sendiri dipasarkan dengan sejumlah merek dagang seperti Vaxzevria dan Covishield, di mana harga tertinggi ditemukan di pasar swasta Bangladesh.

Yang keempat yakni vaksin Moderna, yang menurut dasbor UNICEF dipasarkan seharga USD10 (~Rp142.857) hingga USD40 (~Rp571.428) per dosisnya. COVAX sendiri memasarkan vaksin berbasis mRNA ini dengan harga terendah, yakni USD10 per dosis.

Sedangkan yang terakhir Zivifax yang belum dipublikasikan harganya di catatan dasbor UNICEF. Vaksin ini dikembangkan dengan platform rekombinan protein sub-unit oleh Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical.

(wk/elva)


You can share this post!


Related Posts