PTM di Belasan Sekolah DKI Jakarta Dihentikan Imbas Guru Hingga Murid Terpapar COVID-19
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Setelah ada tujuh sekolah di DKI Jakarta yang sebelumnya ditutup lantaran temuan kasus COVID-19, kini jumlahnya bertambah menjadi belasan. Adapun temuan kasus COVID-19 itu tidak hanya pada guru, tetapi juga murid.

WowKeren - Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan ada tujuh sekolah yang ditutup lantaran ditemukan kasus COVID-19. Salah satunya adalah SMAN 71 yang menemukan kasus COVID-19 varian Omicron pada muridnya.

Kini, tidak hanya ada tujuh sekolah yang ditutup dan menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen lantaran menemukan kasus COVID-19, tetapi belasan sekolah. Melansir Harian Kompas, kasus COVID-19 yang ada tidak hanya menjangkit para siswa, tetapi juga tenaga pendidik alias guru.

Adapun kasus COVID-19 yang ditemukan di 7 sekolah di Jakarta Timur adalah SMAN 71, SMK Malaka, SMPN 252, SMPN 62, SDN Jati 01, SMA Pelita 3, dan SDN 02 Ceger. Alhasil sekolah tersebut menghentikan kegiatan PTM 100 persen.

Sementara itu, Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Timur, Linda Romauli Siregar mengatakan bahwa keputusan untuk menutup sekolah sementara itu sesuai dengan prosedur standar operasi (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah sebelumnya. Selama penutupan sekolah, fasilitas sekolah dilakukan sterilisasi secara berulang-ulang untuk memastikan tidak ada lagi virus yang tertinggal.


"Untuk SMAN 71 dan SMK Malaka kita anggap sudah clear karena hasil tracing kita semua negatif," tutur Linda dalam keterangan, dilihat pada Jumat (14/1). "Tetapi supaya masyarakat yakin, SOP penutupan sekolah dijalankan dan dilakukan disinfektan berulang-ulang supaya benar-benar steril. Sekolah akan kita buka tanggal 17 Januari."

Di sisi lain, Kasudin Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Selatan, Abdul Rachem menuturkan bahwa di wilayahnya ada lima sekolah yang ditutup sementara. Lima sekolah yang dimaksud adalah SMP Labschool, SMP Islam Andalus, SMA Labschool, SMK Asisi, serta Azhari Islamic School Rasuna.

Abdul mengungkapkan mayoritas kasus COVID-19 yang ditemukan di kelima sekolah tersebut memiliki gejala ringan, bahkan tidak bergejala. Sementara untuk wilayah Jakarta Barat, Kasudin Pendidikan Wilayah 1 Jakbar, Aroman menuturkan ada lima sekolah juga yang ditutup sementara.

Aroman menuturkan penutupan kelima sekolah di Jakbar itu bukan dikarenakan adanya temuan kasus COVID-19, melainkan berada di zona merah Kelurahan Krukut yang memang telah ditutup lantaran ada puluhan warga positif. "Lima sekolah itu SD semua dan ditutup selama dua minggu dari Senin lalu dan mengubah PTM menjadi pembelajaran jarak jauh atau PJJ sementara," jelas Aroman.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts