Ratusan Rumah Rusak Akibat Gempa Banten, Warga Terdampak Mengungsi di Huntap Tsunami Selat Sunda
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional
Gempa Banten

Gempa berkekuatan besar yang terjadi di Banten pada Jumat (14/1) kemarin, diketahui menyebabkan ratusan rumah rusak. Para warga terdampak gempa pun memilih untuk mengungsi ke tempat aman.

WowKeren - Pada Jumat (14/1) kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 6,7. Adapun gempa ini diketahui terjadi di 53 kilometer barat daya di Sumur, Banten, pada pukul 16.05 WIB.

Akibat dari gempa tersebut, tercatat sekitar 738 unit rumah rusak di Pandeglang pascagempa Banten. Berdasarkan keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jumlah kerusakan ini belum bisa dipastikan lantaran diperkirakan masih akan bertambah lagi.

Mengenai jumlah unit yang rusak akibat gempa itu disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro kepada Antara. Girgi menuturkan bangunan yang rusak itu tersebar di 27 kecamatan dan 113 desa, namun yang terparah terjadi di Kecamatan Sumur, Cibaliung, Panimbang, Cimanggu, dan Cikeusik.

"Dari 738 bangunan rumah yang rusak terdiri atas rusak berat 164 unit, 413 unit rusak ringan, dan 170 unit rusak sedang," tutur Girgi, Sabtu (15/1).

Sementara untuk sarana pendidikan, kesehatan, pemerintahan, dan tempat ibadah yang rusak di antaranya ada 13 unit gedung sekolah, 14 unit puskesmas, 3 unit kantor desa, 4 unit masjid, dan 1 unit tempat usaha. "Kami hingga kini masih melakukan pendataan jumlah kerusakan bangunan dan belum mendata jiwa terdampak bencana," ungkap Girgi.


Berkaca pada pengalaman saat menghadapi bencana tsunami yang terjadi beberapa tahun lalu di Kabupaten Pandeglang, Girgi menuturkan pihaknya memastikan korban terdampak gempa akan menempati hunian sementara (huntara) sebelum mendapatkan hunian tetap (huntap).

Sementara itu, Kepala Desa Tamanjaya, Ade Sutoni menerangkan bahwa ratusan warganya memilih untuk mengungsi ke huntap yang pernah mereka tinggali usai terjadi tsunami Selat Sunda pada 2018 lalu. Mengingat lokasinya yang berada di ketinggian, dan dinilai aman.

Sedangkan penduduk yang masih muda, kata Ade, memilih untuk melakukan ronda di kampung dalam rangka menjaga rumah warga lainnya dan mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan. Menurutnya, para warga yang mengungsi ke huntap itu merupakan inisiatif mereka sendiri.

Ade mengungkapkan bahwa warga sudah terbiasa jika ada gempa besar akan langsung pergi ke huntap yang berada di dataran tinggi. Mereka berencana akan mengungsi hingga Sabtu (15/1) pagi, lantaran khawatir terjadi gempa susulan.

"Direncanakan mengungsi sampai besok, tapi tergantung situasi besok pagi. Karena kekhawatiran ada gempa susulan," terang Ade kepada Liputan6.com, Sabtu (15/1). "Alasan warga mengungsi sih karena disini dulu pernah terjadi tsunami, jadi mereka pada trauma."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts