Bukan Raffi Ahmad! Pelapor Kasus Video Syur Mirip Nagita Slavina Ternyata Sosok Ini
Instagram/raffinagita1717
Selebriti
Rumor Video Syur Nagita Slavina

Sosok ini yang akhirnya turun tangan melaporkan penyebar video asusila mirip Nagita Slavina. Sang pelapor pun sudah dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat pada Senin (17/1).

WowKeren - Penyebar video syur mirip Nagita Slavina resmi dilaporkan ke polisi. Bukan Raffi Ahmad atau anggota keluarga Nagita yang lain, melainkan Ketua Kongres Pemuda Indonesia (KPI), Pitra Romadoni yang turun tangan menangani kasus ini.

Pitra sendiri sudah dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (17/1). Ia dicecar dengan 14 pertanyaan oleh penyidik.

"Saya selaku pelapor dimintai keterangan di Krismsus Polres Jakpus terkait video 61 detik yang telah beredar di platform media sosial dan media elektronik. Pertanyaan-pertanyaannya singkat seputar video tersebut, sejak kapan mulai viralnya begitu," kata Pitra Romadoni usai diperiksa.

Pitra menegaskan bahwa dirinya melaporkan penyebar video asusila tersebut. Untuk identitas pelaku, Pitra belum bisa membeberkannya.


Pitra mengaku sudah mengetahui video itu sejak 13 Januari 2022 lalu. Ia menyebutkan tindakan yang dilakukan sang pelaku sungguh jahat. Belum diketahui apakah penyebar adalah orang yang sama dengan sosok yang mengedit video asusila tersebut.

"Kita baru mengetahui video tersebut pada 13 januari 2022, setelah kita flashback pada 7 januari sudah beredar, jadi orang yang membuat dan menyebarkan video 61 detik itu adalah orang jahat. Kenapa saya bilang orang jahat, karena dengan dia mengupload dan menyebarkan video tersebut banyak orang yang tersakiti baik dari masyarakat dan orang yang dikaitkan dalam video tersebut," bebernya.

Terakhir, Pitra berharap agar polisi segera meringkus pelau kejahatan tersebut. "Ranah kita hari ini kita menemukan bukti pornografi, kita meminta polisi untuk diproses dan pelaku ini kami minta agar ditangkap secepatnya, karena ini jahat banget," ujar Pitra.

"Kami putuskan untuk mengungkapkan kebenaran, siapa yang meng-upload ini, siapa yang membuat ini, dan menyebarkan ini, apakah foto dan video itu editan, rekayasa atau asli, makanya perlu ada pelaporan," tandas Pitra.

(wk/lara)


You can share this post!


Related Posts