Ada Daerah Banjir Tak Kunjung Surut Dalam 6 Jam, Begini Kata Anies Baswedan dan Wagub DKI
Nasional

Setelah diguyur hujan, sejumlah wilayah di DKI Jakarta mengalami banjir, bahkan beberapa daerah di antaranya tak kunjung surut dalam waktu 6 jam. Mengenai hal ini, Gubernur hingga Wagub buka suara.

WowKeren - Seperti yang diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencetuskan program pembangunan sumur resapan guna mengatasi banjir. Namun tampaknya sumur resapan ini tidak berfungsi maksimal, pasalnya, DKI Jakarta masih mengalami banjir ketika diguyur hujan. Bahkan tak kunjung surut dalam 6 jam.

Menanggapi peristiwa banjir itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan bahwa hal tersebut dikarenakan curah hujan ekstrem yang melanda seluruh wilayah Ibu Kota. Ia lantas mengungkapkan bahwa kapasitas drainase di Jakarta berkisar antara 50 hingga 100 mm. Maka apabila terjadi hujan di atas 100 mm per hari, maka terjadi banjir.

"Kemarin (Selasa, 18/1) curah hujan di Kemayoran tercatat mencapai 204 milimeter (mm), di Teluk Gong 193 mm, di Pulomas 177 mm, dan Kelapa Gading 163 mm. Curah hujan di atas 150 mm adalah kondisi ekstrem," tutur Anies dalam keterangan, Rabu (19/1).

Anies mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan warga aman dan tidak ada korban jiwa apabila hujan ekstrem mengguyur Jakarta hingga memicu banjir. Selain itu, ia juga memastikan pemompaan berjalan baik agar banjir surut dalam waktu maksimal enam jam setelah hujan berhenti.


Lebih lanjut, Anies mengungkapkan lebih dari 100 pompa mobile diaktifkan dan belasan truk pemadan kebakaran diturunkan. Adapun 480 pompa stasioner juga diposisikan siap, kemudian untuk daerah yang terdapat banjir dan genangan, langsung diaktifkan.

Di sisi lain, Anies juga mengatakan banjir yang terjadi di wilayah Jakarta Barat dan Utara itu bisa diatasi dengan cepat. "Kenapa? Atas izin Allah, Kerja sistematis dan kerja cepat itu membuatkan hasil!" terang Anies.

Mengenai banjir yang disebut tak kunjung surut dalam waktu 6 jam, Wagub DKI Ahmad Riza Patria menyebut kondisi tanah di Ibu Kota yang sebagian besar di bawah permukaan laut itu membuat banjir yang menimpa puluhan RT. "Mungkin ada beberapa titik yang memang datarannya sangat rendah," tutur pria yang akrab dipanggil Ariza di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/1).

"Ada beberapa titik yang datarannya jauh di bawah permukaan laut. Itu memang pengecualian yang seperti itu," imbuh Ariza.

Meski demikian, senada dengan Anies, Ariza mengaku banjir dan genangan di dataran normal surut kurang dari enam jam. Maka dari itu ia meminta warga yang berada di wilayah berpotensi banjir untuk berhati-hati dan waspada. Ia pun memastikan bahwa Pemprov DKI memastikan penanganan banjir.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts