Jerman Berencana Tarik 400 Ribu Tenaga Kerja Terampil dari Luar Negeri Tiap Tahun, Ada yang Minat?
Pixabay/ilustrasi/Tumisu
Dunia

Jerman punya rencana menarik 400 ribu tenaga kerja dari luar negeri setiap tahun. Hal itu dilakukan untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja yang bisa menjadi ancaman dalam rencana pemulihan dari COVID.

WowKeren - Jerman mengumumkan keinginan tak terduga mereka mengenai persoalan ketenagakerjaan. Pemerintah koalisi baru menyampaikan ingin menarik 400.000 pekerja berkualitas dari luar negeri setiap tahunnya. Hal itu dilakukan untuk mengatasi ketidakseimbangan demografis dan kekurangan tenaga kerja di sektor-sektor utama yang berisiko mengganggu pemulihan dari pandemi COVID-19.

"Kekurangan pekerja terampil telah menjadi sangat serius sekarang sehingga secara dramatis memperlambat ekonomi kita,” ujar Christian Duerr, pemimpin parlemen dari Partai Demokrat Bebas (FDP), kepada majalah bisnis WirtschaftsWoche.

Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengatasi masalah angkatan kerja yang menua adalah dengan merekrut tenaga dari luar negeri.

"Kita hanya bisa mengatasi masalah angkatan kerja yang menua dengan kebijakan imigrasi modern. Kita harus mencapai 400.000 pekerja terampil dari luar negeri secepat mungkin," lanjut Duerr.


Sosial Demokrat Kanselir Olaf Scholz, FDP libertarian Duerr dan aktivis lingkungan Hijau telah setuju dalam kesepakatan koalisi mereka tentang langkah-langkah seperti sistem poin untuk spesialis dari negara-negara di luar Uni Eropa dan menaikkan upah minimum nasional menjadi 12 euro (US$13,60) per jam untuk membuat pekerjaan di Jerman lebih menarik.

Sementara itu, Institut Ekonomi Jerman yang employer-friendly memperkirakan bahwa angkatan kerja akan menyusut lebih dari 300.000 orang tahun ini. Hal itu karena ada lebih banyak pekerja usia tua yang pensiun daripada pekerja muda yang memasuki pasar tenaga kerja.

Kesenjangan ini diperkirakan akan melebar menjadi lebih dari 650.000 pada tahun 2029 mendatang. Yang mana meninggalkan akumulasi kekurangan orang usia kerja pada tahun 2030 sekitar 5 juta. Jumlah orang Jerman yang bekerja tumbuh menjadi hampir 45 juta tahun lalu meskipun ada pandemi virus Corona.

Setelah puluhan tahun tingkat kelahiran yang rendah dan migrasi yang tidak merata, menyusutnya angkatan kerja juga menimbulkan bom waktu demografis untuk sistem pensiun publik Jerman. Di mana lebih sedikit karyawan yang dibebani tugas membiayai pensiun dari sejumlah besar pensiunan yang menikmati hidup lebih lama.

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts