Singapura Batasi Kunjungan Maksimal 5 Orang Rayakan Tahun Baru Imlek
Dunia

Masyarakat yang ingin melakukan perjamuan sosial diimbau untuk melakukan rapid test antigen, terlebih jika dalam keluarga ada anggota lansia atau yang tidak divaksin.

WowKeren - Pemerintah Singapura telah merilis kebijakan baru menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Pada Jumat (21/1), Kementerian Kesehatan (MOH) mengumumkan prosedur perayaan tahunan yang jatuh pada 1 Februari mendatang.

MOH menekankan bahwa orang-orang harus berhari-hati terkait penyebaran infeksi yang disebabkan oleh varian omicron. Imbauan itu diberikan meski Singapura sudah memiliki tingkat vaksinasi dan booster yang tinggi untuk mengurangi dampak varian terbaru yang mendatangkan malapetaka di negara lain.

"Kami mohon kerjasama semua pihak untuk menegakkan SMM (Safe Management Measures) yang berlaku terutama selama periode CNY," kata Depkes.

Acara tahunan ini biasa dirayakan dengan mengundang keluarga untuk bertemu. Sesuai dengan ketentuan pemerintah yang membatasi pertemuan sosial pada maksimal lima orang maka kunjungan rumah untuk CNY ini juga sama, yakni 5 orang per hari.


Masyarakat yang ingin melakukan perjamuan sosial itu juga diimbau untuk melakukan rapid test antigen sebelumnya, terlebih jika dalam anggota keluarga ada orang lansia atau yang tidak divaksin. Begitu juga di restoran, masih berpegang pada aturan di atas. Pertemuan sosial tetap dibatasi pada lima orang dan beberapa pemesanan meja melebihi ini tidak diizinkan, kecuali bagi mereka yang berasal dari rumah tangga yang sama.

Namun sayangnya, pemerintah tetap tidak mengizinkan acara berskala besar, termasuk prosesi keagamaan atau jamuan makan malam (termasuk jamuan makan yang diselenggarakan perusahaan). Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kejadian superspreading.

"Kami meminta kerja sama dan dukungan berkelanjutan dari semua orang dalam mematuhi protokol dan langkah-langkah yang disesuaikan saat kami membuka jalan untuk hidup dengan COVID-19," ujar MOH. Depkes juga mendesak semua orang agar segera mendapat vaksinasi jika sudah memenuhi syarat, serta booster secepat mungkin.

MOH menekankan bahwa baik vaksin maupun booster sangat penting dalam strategi mengatasi COVID-19. Kedua hal itu diperlukan untuk memastikan bahwa populasi di sana terlindungi dengan baik dari infeksi dan juga penyakit parah.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts