Inggris Hapus Pengumuman Loudspeaker Kereta yang Dianggap Mengganggu Demi Kenyamanan Penumpang
Dunia

Pengumuman yang dianggap mengganggu di antaranya adalah yang mengingatkan penumpang untuk membawa tiket atau memelankan suara mereka, yang mana ini dianggap sebuah ironi.

WowKeren - Penumpang kereta pada umumnya sudah akrab dengan pengumuman atau panduan perjalanan yang disampaikan lewat pengeras suara. Namun, ketika pengumuman ini muncul terlalu sering, bisa-bisa akan mengganggu kenyamanan penumpang.

Hal itu rupanya turut menjadi perhatian pemerintah Inggris. Pada Jumat (21/1), Kepala Transportasi Inggris mengatakan bahwa mereka akan membatasi frekuensi munculnya pengumuman. Pengumuman kereta api yang mengganggu akan dipotong dalam rangka untuk menawarkan perjalanan yang lebih tenang.

Langkah ini kemungkinan akan disambut positif oleh para penumpang yang sudah lelah dengan pengumuman pengeras suara yang mengganggu. Termasuk di antaranya adalah pengumuman yang mengingatkan mereka untuk membawa tiket atau memelankan suara mereka, yang mana ini dianggap sebuah ironi.

"Pengumuman tak signifikan yang akan dihilangkan termasuk instruksi yang jelas," kata departemen tersebut. "Seperti menyiapkan tiket Anda saat meninggalkan stasiun, dan seruan yang bertentangan bagi penumpang untuk menjaga tingkat volume tetap rendah saat pengumuman di dalam kereta berbunyi."


Departemen Transportasi mengatakan bahwa perusahaan yang mengoperasikan kereta akan tetap menyiarkan pesan keselamatan penting namun akan menghapus pengumuman yang berulang dan tidak perlu. Kebijakan untuk menghapus pengumuman yang disebut Tannoy spam ini diharapkan akan berlaku dalam beberapa bulan mendatang.

Sekretaris Transportasi Grant Shapps mengatakan langkah-langkah itu diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan bagi mereka yang sering menggunakannya layanan kereta api. "Saya menyerukan 'bonfire of banalities' untuk menurunkan jumlah pengumuman yang harus didengar penumpang ketika duduk agar membuat perjalanan mereka sedikit lebih damai," jelasnya.

Sementara itu, pandemi turut menjadi faktor penyebab anjloknya penumpang kereta api. Tingkat okupansi kereta api di Inggris menurun hingga hampir seperempat dibandingkan sebelum pandemi menyerang meski jumlahnya mulai meningkat lagi ketika negara itu melonggarkan aturan pembatasannya.

Jumlah penumpang kereta api di Inggris boleh dibilang cukup banyak. Menurut data statistik resmi, ada hampir 1,8 miliar perjalanan penumpang di seluruh Inggris pada tahun keuangan hingga akhir Maret 2020.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts