Lapindo Ternyata Simpan 'Harta Karun', Apa Saja Isinya?
Nasional
Harta Karun Lapindo

Sebelumnya, para pakar telah menyebutkan sejumlah manfaat yang bisa digunakan atas potensi 'harta karun' lumpur Lapindo. Kini pakar mengungkap isi dari 'harta karun' tersebut.

WowKeren - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mengungkapkan bahwa semburan lumpur panas Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki "harta karun". Pihaknya menyatakan bahwa "harta karun" yang dimaksud adalah berupa mineral logam tanah jarang (LTJ) atau rare earth.

Kepala Badan Geologi Eko Budi Lelono menuturkan selain temuan tersebut, juga terdapat mineral yang bisa menjadi bahan pembuatan baterai kendaraan listrik. Adapun unsur mineral dalam Lapindo adalah Cerium (CE), mineral bahan dasar baterai.

"Dari hasil analisis Lab, kadar logam tanah jarang (LTJ) cukup rendah, dengan kadar tertinggi pada unsur Cerium (Ce)," tutur Eko kepada CNNIndonesia.com, dalam sebuah pesan, Senin (24/1) malam.

Lebih lanjut, Eko menuturkan meski pihaknya telah menemukan kandungan mineral yang terpendam di lumpur tersebut, saat ini Badan Geologi ESDM masih melakukan penelitian awal pemanfaatan mineral tersebut. Di sisi lain, temuan rare earth di Lapindo itu bukan hanya menjadi sekadar mineral langka, tetapi juga terdapat kandungan lain seperti mineral kritis (CRM), misalnya lithium dan stronsium yang berpotensi menjadi material dasar baterai mobil listrik.


"Lithium (Li) dengan kadar 99,26-280,46 ppm dan Stronsium (Sr) dengan kadar 255,44 - 650,49 ppm," ungkap Eko.

Eko kemudian menilai bahwa data temuan tersebut belum rinci dan masih terbatas pada hasil penelitian. Selanjutnya, hasil penelitian saat ini kemungkinan bisa dijadikan dasar pertimbangan ke depannya untuk memetakan target wilayah sebagai penelitian lanjutan oleh para tim peneliti yang akan datang.

Sejauh ini, kata Eko, data potensi lithium dan stronsium yang ada, baru pada cakupan area yang dilakukan pengeboran, area yang sampelnya dilakukan analisis laboratprium, dan baru sampai kedalaman 5 meter. Namun data tersebut bisa menjadi acuan awal keberadaan potensi lithium dan stronsium pada keseluruhan area semburan lumpur lapindo.

Sementara untuk mendalami temuan kandungan "harta karun" lumpur Lapindo itu nantinya akan dilakukan oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslibang Tekmira-KESDM). Ia lantas tak memungkiri nantinya sumber mineral yang ditemukan tersebut bisa menjadi mineral yang diolah untuk menjadi sebuah produk.

Meski demikian, saat disinggung mengenai apakah nantinya temuan "harta karun" di lumpur Lapindo itu akan menjadi lahan bisnis pertambangan baru, Eko memilih untuk bungkam. Hanya saja, ia menyebut bahwa penelitian mineral bisa dimanfaatkan sebagai komoditas tambang untuk bahan baku tembikar, batu bata, keramik, dan genteng.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts