Salah Paham Berujung Bentrok, Wali Kota Sorong Minta Warga Tahan Diri
Nasional
Bentrokan Warga Sorong

Pihak kepolisian telah membuka posko bagi keluarga korban bentrokan maut di Sorong. Sebagai Wali Kota, Lambert Jitmau, meminta agar warga bisa menahan diri.

WowKeren - Bentrokan antara kelompok pemuda Pelauw dan Kei pecah di Sorong, Papua Barat, pada Selasa (25/1). Akibat kejadian itu, sebanyak 18 orang tewas yang terdiri dari tamu dan pekerja diskotik Double O. Selain itu, ada dua mobil yang dibakar massa.

Bentrokan maut antarkelompok ini berawal dari kesalahpahaman. Pada Sabtu (22/1), kedua kelompok bertikai hingga Minggu (23/1) dini hari. Meski sempat diselesaikan secara kekeluargaan, masih ada dendam hingga berujung keributan dan penganiayaan.

Pihak kepolisian pun telah membuka posko di Polres Sorong Kota. Posko ini ditujukan untuk keluarga korban dalam mengidentifikasi para korban.

Buntut dari bentrokan tersebut, pihak kepolisian juga mengumpulkan beberapa kepala suku untuk menyelesaikan masalah agar insiden tidak terulang. AKBP Ary Nyoto juga menugaskan para personelnya untuk berpatroli.

"Kita sudah kumpulkan beberapa kepala suku," ungkap AKBP Ary. "Untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak ada gerakan tambahan yang akan memicu nanti."


Hal yang sama juga diungkap oleh Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo. Selain para kepala suku, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga turut dirangkul.

"Polda jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat," ungkap Irjen Dedi. "Untuk mencegah aksi balasan atau aksi lainnya."

Di sisi lain, para pelaku yang terlibat bentrokan maut di Sorong kini sedang diselidiki lebih lanjut. Aparat kepolisian Sorong juga sudah mempertemukan dua kelompok yang terlibat bentrokan tersebut.

"Polsek Sorong Timur telah melakukan pertemuan antarkelompok," tambah Irjen Dedi. "Penyelidikan melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk memproses tuntas kasus kejadian ini. Lalu jajaran juga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP)."

Sementara itu, Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, meminta agar warga menahan diri pascabentrokan. Ia berharap warga bisa bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

"Saya selaku kepala daerah meminta agar kepala-kepala suku lintas Nusantara di Kota Sorong mengimbau warganya supaya bersama-sama menjaga situasi keamanan daerah," ungkap Jitmau kepada antara. "Mari kita semua bergandengan tangan dan menciptakan situasi Kota Sorong yang aman. Biarkan peristiwa ini ditangani secara profesional oleh pihak kepolisian."

(wk/diah)


You can share this post!


Related Posts