Subvarian Baru Omicron BA.2 Sudah Muncul di Thailand, Ada 9 Kasus Terdeteksi
Dunia

Subvarian baru dari Omicron telah terdeteksi di puluhan negara. Kini, subvarian Omicron yang diberi nama BA.2 itu juga telah muncul di Thailand dengan 9 kasus yang terdeteksi.

WowKeren - COVID-19 varian Omicron saat ini diketahui menjadi ancaman baru yang menjadi penghalang pulihnya kondisi pandemi di berbagai negara. Bahkan sebelum bisa teratasi, kini muncul sub-varian baru dari Omicron yang disebut BA.2. Saat ini, sub-varian baru Omicron itu juga sudat terdeteksi muncuk di Thailand.

Thailand telah mendeteksi sembilan kasus subvarian baru Omicron, BA.2. Infeksi yang terdeteksi di Thailand itu melibatkan warga Thailand dan pelancong dari luar negeri. Seperti diketahui, subvarian Omicron BA.2 telah menyebar di seluruh dunia dengan sedikitnya 40 negara melaporkan infeksi yang melibatkan strain yang bermutasi.

Kasus infeksi subvarian Omicron BA.2 itu terdeteksi melalui prosedur pengurutan seluruh genom di laboratorium yang dilakukan Departemen Ilmu Kedokteran Thailand dan laboratorium yang berpartisipasi. Kasus pertama terdeteksi pada 2 Januari lalu. Temuan kasus subvarian baru Omicron itu kemudian dilaporkan ke GISAID, sebuah inisiatif global yang mempromosikan pembagian data secara cepat dari semua virus influenza dan virus corona yang menyebabkan COVID-19.


Soal tingkat keparahan gejala dan penularan, direktur jenderal departemen, Supakit Sirilak mengatakan para peneliti masih belum menemukan perbedaan yang jelas antara varian Omicron umum, BA.1, dan subvarian BA.2. Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga belum menyatakan BA.2 sebagai varian dari kekhawatiran.

Subvarian BA.2 diketahui pertama kali dilaporkan terdeteksi di India dan Afrika Selatan pada akhir Desember tahun lalu. Subvarian itu dikatakan memiliki lebih dari 20 mutasi dengan sekitar setengahnya pada protein lonjakan yang berinteraksi dengan sel manusia dan sangat penting untuk masuknya virus ke dalam tubuh.

Sebelumnya, Inggris juga menyatakan kekhawatiran mereka soal subvarian Omicron BA.2. Pasalnya, Inggris sudah menemukan ratusan kasus COVID-19 yang terdeteksi sebagai subvarian Omicron BA.2.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengidentifikasi ada lebih dari 400 kasus di Inggris dalam 10 hari pertama bulan Januari. UKHSA juga mengindikasikan bahwa mereka telah menetapkan sub-garis keturunan BA.2 sebagai varian yang sedang diselidiki (VUI).

(wk/amel)


You can share this post!


Related Posts