Ketua Departemen Kehutanan Malaysia Ramai Dihujat Usai Sebut Deforestasi Baik untuk Harimau
Dunia

Menurut komunitas Orang Asli, deforestasi memaksa harimau keluar dari habitatnya sehingga mereka mendekati pemukiman manusia. Namun, Khalim tidak setuju dengan klaim tersebut.

WowKeren - Direktur Departemen Kehutanan di Kelantan Malaysia, Abdul Khalim Abu Samah, baru-baru ini menuai hujatan dari publik. Hal itu terjadi usai dirinya menyebut bahwa deforestasi justru baik untuk harimau.

Tak hanya oleh aktivis lingkungan, anggota parlemen juga tak ketinggalan mengkritik Khalim. Hal itu bermula ketika pada Senin (24/1), Khalim membuat klaim untuk menanggapi keluhan bahwa operasi penebangan mengancam populasi harimau setempat, lapor Malaysiakini.

Keluhan itu muncul usai serangan yang melibatkan harimau baru-baru ini, di mana seorang pria Orang Asli dianiaya hingga tewas. Hewan itu kemudian dibunuh oleh tim dari Departemen Margasatwa dan Taman Nasional (Perhilitan) Kelantan.

Menurut komunitas Orang Asli, deforestasi lah yang memaksa harimau keluar dari habitatnya sehingga mereka mendekati pemukiman manusia. Namun rupanya, Khalim tidak setuju dengan klaim tersebut.


"Berdasarkan penelitian ahli, kawasan yang telah digunduli sebenarnya baik untuk populasi harimau," ujarnya. "Populasi harimau akan bertambah besar ketika pohon-pohon kecil tumbuh di kawasan yang gundul. Di kawasan itu akan terlihat keberadaan satwa seperti kancil yang merupakan makanan bagi harimau. Akan lebih mudah bagi harimau untuk berburu mangsanya."

Sebaliknya menurut Khalid, akan sulit bagi harimau untuk mencari mangsa di hutan suaka. Dia menanggapi masalah penebangan dengan mengatakan bahwa negara hanya menyetujui penebangan sesuai dengan batas tahunan yang ditetapkan oleh Dewan Pertanahan Nasional, yaitu maksimum 3.900ha setahun.

Sebaliknya, WWF Malaysia mengklarifikasi bahwa studinya pada tahun 2009 menemukan bahwa hewan tersebut hanya diuntungkan di hutan tebang pilih di mana ada pengelolaan berkelanjutan. Manajer komunikasi Program Konservasi Harimau Carol Debra mengatakan kepada Malay Mail bahwa tebang pilih sejalan dengan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan.

Pengacara Hak Hewan, mengatakan Khalim harus mengundurkan diri karena telah membuat pernyataan konyol. Anggota parlemen Kepong Lim Lip Eng mengecam Khalim. "Hipotesisnya menghadapi gempuran kritik dari publik, dan Malaysia akan kembali menjadi bahan tertawaan seluruh dunia jika dia tidak dibantah oleh pemerintah atau kementerian yang terlibat," tegas Lim.

(wk/zodi)


You can share this post!


Related Posts