Sao Paulo, Brazil dilanda hujan lebat yang mengakibatkan banjir hingga tanah longsor. Bencana itu pun mengakibatkan sedikitnya 18 orang tewas dan ratusan ribu keluarga mengungsi.
- Amelia Nur Fatimah
- Selasa, 01 Februari 2022 - 12:31 WIB
WowKeren - Bencana banjir dan tanah longsor melanda Sao Paolo. Brasil akibat hujan lebat yang sudah beberapa hari melanda wilayah tersebut. Sedikitnya ada 18 korban tewas karena bencana tersebut.
Berawal dari hujan lebat yang dimulai pada Jumat (28/1), banjir dan tanah longsor menewaskan sedikitnya 11 orang pada hari Minggu ketika bumi menutupi rumah-rumah di beberapa kota di pedalaman negara bagian itu.
Tiga korban merupakan satu keluarga yang meninggal ketika tanah longsor menghancurkan rumah mereka di kota Embu das Artes. Sementara empat orang lainnya diselamatkan oleh petugas pemadam kebakaran.
Sementara empat anak meninggal di Francisco Morato, kata Gubernur negara bagian Sao Paulo, Joao Doria. Empat orang lainnya tewas di Franco da Rocha, menurut pihak berwenang. Kematian juga dilaporkan di Ribeirao Preto dan Jau, di mana 3 dari mereka tewas tersapu oleh banjir.
"Sejak Jumat lalu, kekacauan yang disebabkan oleh cuaca buruk menyebabkan 18 kematian, termasuk tujuh anak-anak," ungkap pemerintah negara bagian Sao Paulo, mengutip badan pertahanan sipil.
Tak hanya itu, luapan sungai memaksa 500 ribu keluarga meninggalkan rumah mereka. Beberapa jalan raya juga diblokir.
Doria telah menggelontorkan 15 juta real ($ 2,7 juta) untuk membantu 10 kota yang paling terkena dampak. Serta 645 kotamadya di negara bagian terpadat Brasil yang merupakan rumah bagi 46 juta orang. Doria juga telah menyampaikan dukungannya pada keluarga para korban.
Brasil diketahui telah dilanda hujan lebat sejak awal tahun, dengan 19 kematian tercatat awal bulan ini di Minas Gerais timur, yang berbatasan dengan Sao Paulo di timur laut. Pada bulan Desember, sedikitnya 21 orang tewas dan 358 lainnya terluka selama hari-hari hujan di negara bagian Bahia, yang berbatasan dengan Minas Geras di utara. Banjir terburuk terjadi setelah sepasang bendungan jebol pada 24 Desember.
Banjir juga telah mempengaruhi kampanye vaksin COVID-19 di negara itu. Kota Sao Paulo pun terpaksa membatalkan vaksinasi yan sudah terjadwal.
Hujan deras bertepatan dengan La Nina, sebuah fenomena yang biasanya terjadi setiap tiga hingga lima tahun dan menyebabkan suhu Samudra Pasifik lebih dingin dari biasanya dan memengaruhi pola cuaca di seluruh dunia.
(wk/amel)