Menurut Windi Cahya selaku petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, aktivitas gunung berapi tersebut memang mengalami peningkatan.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 04 Februari 2022 - 16:02 WIB
WowKeren - Gunung Anak Krakatau kembali meletus pada Jumat (4/2) hari ini. Gunung yang terletak di Selat Sunda tersebut kali ini menyemburkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 800 meter.
Menurut Windi Cahya selaku petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, aktivitas gunung berapi tersebut memang mengalami peningkatan. "Iya, betul ada peningkatan aktivitas dari kemarin sampai sekarang," ungkap Windi kepada Kompas.com pada Jumat (4/2).
Windi menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau itu dipicu adanya dua kali gempa tektonik lokal. Secara visual, teramati adanya embusan terus menerus dengan tinggi kolom asap 200 meter dari puncak.
Meski demikian, Windi menyatakan bahwa status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 2 kilometer.
"Masih di Level II atau waspada," katanya.
Pada Jumat hari ini, tercatata Gunung Anak Krakatau telah dua kali erupsi. Yang pertama pada pukul 09.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 600 meter dari puncak gunung.
Erupsi pertama ini terekam memiliki amplitudo maksimum 46 milimeter dan berdurasi 50 detik. Sedangkan kolom abunya berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat daya.
Kemudian erupsi kedua terjadi pukul 10.25 WIB dengan tinggi kolom abu teramat sekitar 800 meter dari puncak gunung. Erupsi ini terekam memiliki amplitudo maksimum 45 milimeter dan berdurasi 49 detik. Sedangkan kolom abunya berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau juga sempat meletus pada Kamis (3/2) kemarin. Badan Geologi mencatat tinggi kolom abu letusan Anak Krakatau itu mencapai 200 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau pada hari Kamis, 03 Februari 2022, pukul 16:15 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut)," tulis Badan Geologi dalam situs resminya, Kamis (3/2).
(wk/Bert)