9 orang anak mengalami kelainan darah methemoglobinemia usai memakan sosis yang diproduksi oleh sebuah prabik ilegal di Chon Buri, Thailand. Saat ini pihak berwenang telah melakukan penyelidikan.
- Amelia Nur Fatimah
- Sabtu, 05 Februari 2022 - 11:22 WIB
WowKeren - Sembilan anak menderita methemoglobinemia atau kelainan darah, setelah mereka makan sosis dari salah satu pabrik di Chon Buri. Polisi setempat dan pejabat dari Food and Drug Administration telah memeriksa pabrik dan berbicara dengan pemilik setelah label pada produk pabrik cocok dengan apa yang dimakan anak-anak tersebut.
Pemiliknya yang namanya dirahasiakan mengaku telah memproduksi produk sosis selama lima tahun tanpa izin. Produk tersebut tidak memiliki persetujuan FDA . Kepala Divisi Polisi Perlindungan Konsumen juga mengatakan bahwa pabrik tersebut tidak lulus standar manufaktur yang baik, atau GMS (good manufacturing standards).
Sementara itu, kepala pabrik mengatakan bahwa pabrik telah melanggar banyak bagian dari Undang-Undang Pangan. Termasuk di antaranya memproduksi produk makanan yang tidak mengikuti GMS dan menampilkan label produk palsu.
Kegagalan GMS membawa denda hingga 10.000 baht. Sementara untuk menampilkan label palsu membawa denda hingga 30.000 baht.
Pabrik tersebut diketahui memiliki 32 merek dan beberapa produk menunjukkan sertifikat halal. Kepala suku mengatakan jika produk tersebut terbukti palsu, hukumannya bisa antara enam bulan dan 10 tahun penjara, atau denda dari 5.000 baht hingga 100.000 baht, atau keduanya.
Jika zat terlarang ditemukan dalam produk, pabrik akan menghadapi tuduhan memproduksi produk makanan yang terkontaminasi, dengan hukuman hingga 2 tahun penjara dan/atau denda 20.000 baht.
Jika produk tersebut terbukti palsu, hukumannya adalah hukuman penjara enam bulan hingga 10 tahun dan/atau denda 5.000-100.000 baht, kata Kolonel Pol Nethi.
Komandan Divisi Perlindungan Konsumen Polisi (CPPD), Pol Mayjen Anan Nanasombat dan perwakilan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan juga telah mengumumkan penyitaan produk dari pabrik. Pihak berwenang juga memerintahkan penutupan pabrik.
Wakil Sekretaris Jenderal FDA, Withit Saritdeechaiku ikut memberikan penjelasan mengenai apa itu methemoglobinemia. Orang bisa menderita methemoglobinemia ketika sel darah merah mereka memiliki jumlah methemoglobin yang tidak normal. Hal ini membuat orang pusing dan lelah, serta sesak napas. Dalam kasus yang lebih parah bisa menimbulkan tangan dan kaki biru bahkan mati.
(wk/amel)