Para siswi menegaskan mereka tidak bisa dipaksa untuk melepaskan hijab. Langkah untuk melarang siswi mengenakan hijab saat belajar disebut sebagai bentuk pelecehan yang ditargetkan.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 10 Februari 2022 - 13:49 WIB
WowKeren - Gelombang protes terhadap larangan pemakaian hijab di sekolah-sekolah untuk siswi muslim masih ramai berlangsung di India. Selama empat hari, sebanyak 28 gadis Muslim berdiri memprotes di depan perguruan tinggi Pra-Universitas Junior di negara bagian Karnataka.
Mereka ditolak masuk ke sekolah hanya karena mengenakan hijab. Pada Senin, pihak kampus memasang pemberitahuan di luar gerbang yang menyatakan larangan jilbab di ruang kelas sebagai bagian dari seragam perguruan tinggi.
"Guru kami memberi tahu kami bahwa mereka tidak akan mengizinkan kami masuk ke ruang kelas," kata Farheen kepada Al Jazeera. "Atau mengajar kami tanpa perintah pemerintah."
Sungguh tidak adil baginya dan siswi lainnya yang dipaksa melepas hijab untuk bisa mendapatkan pendidikan seperti siswa lainnya. Siswi Muslim yang memakai hijab dipisahkan kelasnya bak seorang pelaku tindak kriminal. "Mereka memperlakukan kami seperti penjahat dan menahan kami di ruang kelas yang terpisah," lanjutnya.
Larangan hijab datang ketika minoritas agama, terutama Muslim dan Kristen, menghadapi serangan dari kelompok Hindu sayap kanan di negara bagian itu. Pemerintah BJP nasionalis Hindu di sana telah mengeluarkan undang-undang yang melarang penyembelihan sapi dan anti-konversi yang diyakini menargetkan minoritas.
"Lembaga pendidikan bukanlah tempat untuk mengamalkan agama seseorang. Gadis-gadis harus fokus pada pendidikan," kata juru bicara partai Ganesh Karnik kepada Al Jazeera. "Dan datang ke perguruan tinggi untuk belajar bukan untuk menegaskan identitas."
Kontroversi tersebut telah kembali memicu perdebatan terkait hak-hak minoritas India di bawah pemerintahan nasionalis Hindu. Namun, para siswi menegaskan bahwa mereka tidak bisa dipaksa melepaskan hijab mereka. Al-Rifaa, seorang mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Kundapur, mengatakan bahwa itu merupakan pelecehan yang ditargetkan.
"Kami tidak bisa menghapusnya begitu saja. Ini adalah pelecehan yang ditargetkan oleh pihak berwenang," ujarnya. "Selama 30 tahun terakhir, kampus tidak mempermasalahkan hijab. Kenapa tiba-tiba jadi masalah, apa yang memicu ini?"
(wk/zodi)