Masih Banyak Aparat di Desa Wadas, Warga Disebut Ada yang Lari ke Hutan Karena Ketakutan
Instagram/wadas_melawan
Nasional

Salah seorang warga lantas mengungkapkan kondisi di Desa Wadas pada Kamis (10/2) hari ini. Menurut perwakilan warga Desa Wadas yang tidak disebutkan namanya itu, masih banyak aparat yang berada di desanya hingga hari ini.

WowKeren - Kedatangan aparat ke Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Selasa (8/2) lalu sempat menimbulkan kericuhan. Aparat gabungan itu disebut bertujuan untuk mengawal akitivitas pengukuran lahan yang dilakukan tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Desa Wadas.

Salah seorang warga lantas mengungkapkan kondisi di Desa Wadas pada Kamis (10/2) hari ini. Menurut perwakilan warga Desa Wadas yang tidak disebutkan namanya itu, masih banyak aparat yang berada di desanya hingga hari ini.

"Mungkin aku mau update situasi terbaru di Desa Wadas. Terkait adanya polisi masih sama hari-hari kemarin, entah Brimob, entah preman-preman yang lain masih sama hari-hari kemarin, banyak. Kayaknya bahkan lebih banyak lagi," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar YLBHI hari ini.

Menurut perwakilan warga tersebut, ada salah satu warga yang diajak ke hutan secara paksa. Warga tersebut diajak ke hutan untuk mengukur lahan meski ia telah menolak.


"Tetangga desa kami ada salah satu warga diajak paksa ke hutan untuk melakukan pengukuran di lahannya. Padahal warga itu tidak mau tanahnya diukur," ujarnya. "Mereka didatangi aparat kepolisian sekitar 10 orang lebih sama petugas dari BPN, entah apa."

Sementara itu, anak-anak di Desa Wadas disebutnya mengalami trauma. Mereka tidak berani berangkat ke sekolah.

"Kebanyakan anak-anak enggak berani untuk sekolah karena masih ketakutan. Traumanya masih belum bisa dipulihkan lagi. Parahnya lagi, sampah-sampah bekas makanan yang mereka makan itu berserakan depan rumah warga," terangnya.

Warga lain yang tak disebutkan namanya juga mengungkapkan ada aksi pengejaran oleh aparat. Menurutnya, ada warga yang masih ketakutan hingga belum berani keluar dari hutan.

"Kalau dari kita lihat tadi malam Brimob masih sama kemarin. Kita lari di hutan dari awal pengepungan, bermalam di alas (hutan) sampai siang, berarti satu hari kita di alas," paparnya. "Kita dikejar-kejar sampai malam itu, sampai sekarang masih ada yang di alas, mereka belum berani turun, karena tetap dikejar kalau mereka lihat, dan untuk saat ini kita belum berani turun."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait