Korea Selatan kini tak akan lagi memberi bantuan perawatan untuk para pasien COVID-19 bergejala ringan. Keputusan itu diambil agar pemanfaatan sumber daya medis yang terbatas lebih efisien.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 11 Februari 2022 - 15:31 WIB
WowKeren - Kamis (10/2) Korea Selatan menginstruksikan para pasien COVID-19 dengan gejala ringan harus merawat diri mereka sendiri. Hal itu agar sumber daya medis yang terbatas bisa fokus menangani kasus yang lebih serius. Keputusan tersebut diambil melihat infeksi COVID yang mencapai titik tertinggi baru karena varian Omicron yang menyebar cepat.
Korea Selatan sebelumnya diketahui menjadi salah satu negara yang sukses melakukan mitigasi COVID-19. Hal itu berkat pengujian dan penelusuran yang agresif, jarak sosial, dan pemakaian masker. Tetapi ketika varian Omicron yang sangat menular mulai menyebar, pemerintah bulan ini mulai mengalihkan strateginya dari pengujian dan penelusuran ke pemantauan mandiri, diagnosis, dan perawatan di rumah.
Mulai Kamis (10/2), pihak berwenang hanya akan memberikan perawatan kepada pasien COVID-19 berusia 60 dan lebih tua atau dengan kondisi yang mendasarinya. Sementara yang lain diimbau untuk memantau diri mereka sendiri dan mencari bantuan medis dari klinik yang ditunjuk jika kondisinya memburuk.
Perlengkapan medis termasuk alat pengukur saturasi oksigen, termometer, dan obat demam yang sebelumnya tersedia untuk semua pasien perawatan sendiri di rumah kini hanya akan didistribusikan ke kelompok prioritas. Mereka yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala sekarang harus membeli barang-barang tersebut dengan biaya sendiri.
"Skema sebelumnya tidak lagi realistis mengingat sumber daya kami yang terbatas, dan membutuhkan biaya sosial dan ekonomi yang besar dibandingkan dengan kebutuhan medis kami," jelas juru bicara kementerian kesehatan, Son Young-rae dalam briefing pada Rabu (9/2).
"Tujuan dari sistem respons Omicron baru kami adalah untuk meminimalkan kasus serius dan kematian dengan berfokus pada mendiagnosis dan merawat kelompok berisiko tinggi, dan untuk mencegah kejenuhan dan keruntuhan kapasitas medis kami," lanjutnya.
Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA). menyebut, jumlah kasus baru harian Korea Selatan mencapai rekor harian lain 54.122 pada Rabu. Menjadikan total infeksinya menjadi 1.185.361 di antara 52 juta orangnya. Tetapi kematian baru tetap rendah pada 20, sehingga total 6.943 kematian.
Jumlah harian telah melonjak lebih dari dua kali lipat dalam waktu kurang dari seminggu dan dapat mencapai sekitar 170.000 kasus akhir bulan ini dengan hingga 1 juta dalam perawatan di rumah, kata KDCA.
(wk/amel)