Ngeri, LSM Ini Dapat Serangan Siber Saat Diskusi Online Bahas Konflik di Desa Wadas
Nasional

Lembaga Swadaya Masyarakat LP3ES mendapat serangan siber saat mengadakan webinar membahas konflik di Desa Wadas. Serangan tersebut berupa Zoom Bombing gambar dan kalimat tak pantas.

WowKeren - Setelah intimidasi pada jurnalis, kejadian tak menyenangkan juga dialami salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) saat membahas mengenai polemik di Desa Wadas. Insiden tak terduga itu dialami oleh LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial).

Peristiwa itu terjadi saat LP3ES mengadakan diskusi hukum secara virtual mengenai insiden dugaan kekerasan yang terjadi di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah pada Sabtu (12/2). Sebelumnya, LP3ES telah membuat pengumuman soal diskusi yang berjudul "Bekerjanya Hukum Represif - Belajar dari Kasus Wadas" itu lewat akun media sosial.

Sayangnya saat baru dimulai, webindar tersebut tidak berjalan mulus. Webinar LP3ES yang membahas persoalan di Desa Wadas itu sempat mengalami serangan siber yang cukup mengerikan.

Dilansir dari Republika.com, LP3ES sudah membuka forum webinar via Zoom Meeting pada pukul 13.30 WIB. Webinar diawali ramah tamah para pembicara diskusi.


Akan tetapi beberapa menit kemudian terjadi serangan siber terhadap webinar tersebut. Bentuk serangan berupa Zoom Boombing atau serangan serta gangguan dari luar. Zoom Bombing itu berupa aktivitas membajak konferensi dengan mengirim gambar pornografi, ujaran kebencian bahkan hingga ancaman.

Dari berbagai serangan berbahaya itu, di antaranya ada gambar alat kelamin, foto swastika disertai jari tengah, dan foto serta video bernuansa SARA saat webinar mengalami serangan. Selain itu, kolom chat webinar LP3ES juga sempat dihantam kalimat-kalimat berbahasa Inggris, misalnya shit china people, niggers dan masih banyak lagi.

melihat kondisi tersebut, salah satu pembicara yang sekaligus merupakan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur lantas menyarankan panitia webinar mengusir akun-akun tidak jelas yang terlanjur masuk. "Dilock (dikunci) dulu dan remove semua," kata Isnur di kolom chat Webinar tersebut.

Para peserta Webinar sempat kaget dengan serangan ini. "Gila, diskusinya LP3ES saja dibom begini," ujar salah satu peserta webinar, Ichwan Prasetyo. "Wah diserbu dinas pengganggu," timpal peserta webinar lain, Haris Retno.

Serangan Zoom Bombing berlangsung sekitar 10 menit. Untungnya pihak penyelenggara Webinar mampu mengkondisikan jalannya acara kembali kondusif.

(wk/amel)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait