Insiden penyerangan terjadi di sebuah stasiun di Paris, Perancis. Pria yang melakukan penyerangan kepada petugas yang sedang patroli pun ditembak mati oleh polisi.
- Amelia Nur Fatimah
- Senin, 14 Februari 2022 - 20:22 WIB
WowKeren - Seorang pria berusaha menyerang polisi yang sedang berpatroli di stasiun Gare du Nord, Paris, pada Senin (14/2) pagi tadi. Insiden itu terjadi sekitar pukul 7 pagi (06:00 GMT) di terminal kereta api yang datang dari London.
Polisi di ibu kota Prancis itu pun terpaksa menembak pria yang diduga menyerang mereka dengan pisau di stasiun Gare du Nord Paris. Pria itu kemudian tewas di tempat kejadian. Sementara itu, 2 orang polisi dilaporkan terluka karena insiden tersebut.
"Orang yang menyerang mereka tewas di tempat," kata Menteri Transportasi, Jean-Baptiste Djebbari kepada radio RMC.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Gerald Darmanin juga ikut memberikan tanggapan atas insiden tersebut. Gerald Darmanin menyebut aksi penembakan polisi tersebut dilakukan untuk mencegah terjadi hal-hal berbahaya lain.
"Polisi menggunakan senjata api mereka, sehingga menghilangkan semua bahaya, baik untuk diri mereka sendiri maupun untuk pelancong," tulis Gerald Darmanin dalam cuitannya di Twitter.
Sementara itu, seorang jurnalis Televisi Prancis yang pada saat itu ada di stasiun kereta api memposting video insiden di media sosial. Di mana ada dua tembakan terdengar.
"Itu adalah individu yang diketahui polisi sebagai seseorang yang berkeliaran di sekitar stasiun. Dia tampaknya telah menyerang polisi dengan pisau, memaksa mereka untuk menggunakan senjata mereka," lanjut Jean-Baptiste Djebbari.
Gare du Nord sendiri diketahui merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar di Eropa. Sekaligus rumah bagi layanan kereta api internasional yang menghubungkan ke Inggris Raya dan Belgia.
Jean-Baptiste Djebbari selaku Menteri Transportasi menyampaikan bahwa insiden itu telah menyebabkan gangguan lalu lintas besar pada Senin pagi. Meski begitu, Jean-Baptiste Djebbari menegaskan bahwa insiden itu tidak dianggap terkait terorisme.
Seperti diketahui, kekhawatiran atas kejahatan kekerasan dan terorisme memang menjadi isu tersendiri di negara tersebut. Menjadi salah satu kekhawatiran utama bagi pemilih Prancis menjelang pemilihan presiden pada bulan April.
(wk/amel)