Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga bersedia untuk membuka diskusi dengan Vladimir Putin guna mencari tahu apa yang sesungguhnya diinginkan oleh presiden Rusia tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 21 Februari 2022 - 09:49 WIB
WowKeren - Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah sepakat untuk mengupayakan gencatan senjata di Ukraina timur. Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan itu, para menteri luar negeri kedua negara akan bertemu dalam beberapa hari mendatang.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bersedia untuk membuka diskusi dengan Putin guna mencari tahu apa yang sesungguhnya diinginkan oleh presiden Rusia tersebut. Ia berniat untuk menyelesaikan konflik secara damai di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan invasi yang akan segera terjadi.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa hari terakhir kekerasan di Ukraina timur kian meningkat. Pertempuran telah pecah secara sporadis selama bertahun-tahun di sepanjang garis yang memisahkan pasukan Ukraina dari pemberontak yang didukung Rusia. Kendati demikian, serangan penembakan dan pengeboman yang terjadi baru-baru ini dikhawatirkan dapat memicu terjadinya perang.
Kemungkinan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah meningkatkan kekhawatiran Eropa terkait gas alam. Kekhawatiran terkait serangan itu telah membuat harga gas alam mendekati dua kali lipat dari harga yang mereka perdagangkan pada akhir 2020. Tak ayal, negara-negara Eropa segera mencari pasokan alternatif untuk gas mereka, yang selama ini dipasok sebagian besar oleh Rusia hingga 40 persen.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden juga telah menyetujui pertemuan tingkat tinggi terkait Ukraina dengan Putin. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (20/2) pagi, Istana Elysee mengatakan Macron telah mengajukan kedua pemimpin itu pada pertemuan puncak mengenai keamanan dan stabilitas strategis di Eropa.
"Presiden Biden dan Putin sama-sama menerima prinsip pertemuan puncak semacam itu," kata pernyataan itu. Namun, pernyataan itu menekankan bahwa pertemuan hanya dapat dilakukan jika Rusia tidak menyerang Ukraina.
"Presiden Biden pada prinsipnya menerima pertemuan dengan Presiden Putin jika invasi tidak terjadi," kata Sekretaris Pers Jen Psaki dalam sebuah pernyataan. "Kami juga siap untuk memberikan konsekuensi cepat dan berat jika Rusia memilih perang. Dan saat ini, Rusia tampaknya melanjutkan persiapan untuk serangan skala penuh di Ukraina segera."
(wk/zodi)