Konflik Rusia-Ukraina Memanas, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi Asia
AFP
Dunia

Rusia adalah produsen minyak bumi dan bahan bakar cair terbesar ketiga di dunia dan sanksi terhadap negara tersebut hampir pasti akan mendorong harga minyak lebih tinggi lagi.

WowKeren - Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengakui dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina timur dan memerintahkan tentaranya untuk melancarkan operasi "menjaga perdamaian" di wilayah itu. Krisis Ukraina yang makin memanas ini lantas disebut akan memberi konsekuensi ekonomi yang luas untuk Asia.

Harga minyak terus meningkat sepanjang tahun karena potensi konflik di Eropa Timur meningkat. Diketahui, Rusia adalah produsen minyak bumi dan bahan bakar cair terbesar ketiga di dunia dan sanksi terhadap negara tersebut hampir pasti akan mendorong harga minyak lebih tinggi lagi.

Menurut Asosiasi Produsen Minyak dan Gas Internasional, hal itu bisa menjadi pukulan besar bagi pertumbuhan ekonomi di banyak bagian kawasan Asia Pasifik, yang menyumbang sekitar 35 persen dari konsumsi minyak global tetapi hanya 8 persen dari produksinya. Ian Hall selaku wakil direktur Griffith Asia Institute di Brisbane Australia menilai bahwa India akan menjadi salah satu negara yang rentang terhadap goncangan ekonomi besar. Sebagai informasi, India adalah importir minyak terbesar ketiga di dunia.


"India melakukannya dengan cukup baik, dan harga minyak tetap rendah, tetapi jika (harga minyak) itu akan didorong dalam lonjakan besar maka itu akan berdampak pada pertumbuhan, terutama karena kita sedang melalui fase pemulihan ini setelah dua gelombang besar COVID memukul ekonomi India cukup keras," papar Hall kepada Al Jazeera.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Moon Jae In menyatakan keprihatinan dampak ekonomi bisa menjadi substansial. Ia mengatakan pemerintahnya perlu bertindak cepat untuk memastikan gangguan pada pasokan energi, biji-bijian, dan bahan baku dapat dibatasi. Presiden Moon juga menyerukan agar kedaulatan Ukraina dihormati.

Sedangkan Jepang telah mengutuk tindakan Moskow sebagai pelanggaran kedaulatan Ukraina dan mengindikasikan akan bergabung dengan AS jika Negeri Paman Sam jadi menjatuhkan sanksi. Penguatan yen juga diperkirakan akan terjadi, dengan mata uang itu dilihat sebagai tempat berlindung yang aman bagi investor yang menghindari risiko.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait